Dosen dan Mahasiswa PresUniv Siap Laksanakan MBKM
Senin, 27 Desember 2021 | 15:52 WIB
Bekasi, Beritasatu.com - Segenap dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa President University (PresUniv), Cikarang siap melaksanakan dan mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Demikian kesimpulan hasil paparan mengenai survei tentang MBKM yang dilakukan oleh tim PresUniv. Survei ini melibatkan tiga kategori responden, yakni dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa. Paparan hasil survei tersebut disampaikan dalam sebuah seminar internasional tentang pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara hybrid pada 20-23 Desember 2021.
Dalam seminar tersebut, dosen President University Haris Herdiansyah, SPsi, MSi, memaparkan penelitiannya yang bertopik MBKM sebagai Sumber Inovasi Model Pembelajaran untuk Membentuk Mahasiswa yang Berkarakter, Berkompetensi Unggul, dan Berwawasan Kebangsaan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi. Seminar ini juga mendapat dukungan bantuan pendanaan dari program penelitian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS, Ditjen Pendidik Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Menurut Haris, penelitian yang mereka lakukan bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan MBKM di PresUniv berjalan dengan baik. Itu dilakukan dengan mengidentifikasi beberapa determinan keberhasilan. "Ada tiga fokus kegiatan yang dilakukan PresUniv, yakni magang, Integrated Survival Experience (ISE), dan Statespersonship Project (StatesPro)," kata dia dalam keterangan tertulisnya Senin (27/12/2021).
Pada bagian awal surveinya, Haris memaparkan bahwa mayoritas dosen (62,9%) sudah mengetahui tentang program MBKM. Baru 42% tenaga pendidik dan 35% mahasiswa yang tahu tentang program ini.
Meski baru tahu sekilas tentang MBKM, baik dosen, tendik dan mahasiswa sudah mendapat informasi bahwa nilai satuan kredit semester (SKS) untuk program ini terbilang tinggi. Ini diungkapkan oleh 98,1% dosen, 85,3% tendik dan 91,1% mahasiswa.
Menyangkut magang, ungkap Haris, ini sudah dilakukan PresUniv sejak tahun 2005. "Sejak dulu kami sudah menjadikan magang sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan dengan durasi minimal satu semester. Jadi, di PresUniv, magang merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dengan bimbingan dosen," papar Haris.
"Nilai SKS-nya pun terbilang besar, yakni mulai dengan 6 SKS, dan kini sudah menjadi 9 SKS. Kini dengan adanya program MBKM, nilai magang menjadi 40 SKS. Bagi kami itu tidak masalah, meski dalam penerapannya membutuhkan beberapa penyesuaian," paparnya.
Itu sebabnya, merujuk hasil penelitian Haris dan koleganya, sebanyak 80,9% dosen sudah pernah menjadi dosen pembimbing magang, 61,9% dari mereka juga terlibat secara aktif dalam diskusi, rapat-rapat dan workshop yang terkait dengan program MBKM, serta 77% dosen akan mendorong mahasiswa untuk mengikuti program MBKM.
Sementara untuk kalangan tendik, sebanyak 53% di antara mereka menilai program MBKM bermanfaat bagi mahasiswa dan 66,7% akan merekomendasikan program ini ke mahasiswa.
Dari sisi mahasiswa, menurut hasil survei, sebanyak 69,1% sudah menyiapkan diri untuk mengikuti program MBKM. Lalu, 74,7% mahasiswa juga yakin program MBKM tidak akan membuat masa studi mereka menjadi lebih lama. Dan, 83,4% mahasiswa yakin bahwa program MBKM akan memberikan kompetensi tambahan bagi mereka. Itu sebabnya hasil survei juga menunjukkan bahwa 74,39% mahasiswa sangat tertarik dengan program MBKM dan 72,26% akan merekomendasikan kepada teman-temannya untuk mengikuti program ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




