Survei Charta Politika: Elektabilitas PDIP Unggul Signifikan
Senin, 25 April 2022 | 14:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Elektabilitas PDIP unggul signifikan dibandingkan partai politik (parpol) lainnya. Berdasarkan survei Charta Politika Indonesia terbaru, PDIP meraih elektabilitas sebesar 24,7%.
Hal itu terungkap dalam rilis survei nasional Charta Politika bertajuk Evaluasi Kebijakan Pemerintah dan Peluang Kandidat Capres-Cawapres 2024.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyampaikan para responden ditanya parpol yang akan mereka pilih jika pemilihan legislatif untuk memilih anggota DPR dilaksanakan hari ini serta diikuti parpol-parpol berikut ini. Terungkap, elektabilitas PDIP unggul signifikan dibanding parpol lainnya.
Dipaparkan Yunarto, PDIP berada di posisi pertama dengan 24,7% diikuti dengan Partai Gerindra (11,9%), PKB (9,8%), Partai Golkar (9,2%), PKS (7,7%), Partai Demokrat (7,0%), dan Partai Nasdem (5,1%).
"Jadi kalau kita lihat di sini ada tujuh partai yang sudah aman akan melewati angka parliamentary threshold," ujar Yunarto saat menyampaikan temuan survei, disiarkan di akun Youtube Charta Politika Indonesia, Senin (25/4/2022).
Baca Juga: PDIP Paling Berorientasi Kebangsaan, Politik Islam di PKS
Sementara itu, Yunarto menyoroti elektabilitas parpol-parpol lainnya yakni PPP (2,0%), PAN (1,5%), Perindo (1,1%), Partai Gelora (0,3%), Partai Hanura (0,3%), Partai Ummat (0,2%), dan PSI (0,2%). Menurutnya, parpol tersebut khususnya yang baru terbentuk seperti Partai Gelora, Partai Ummat, dan PSI masih harus bekerja sangat keras untuk meningkatkan elektabilitasnya.
"Partai-partai lain seperti PPP, PAN, partai baru seperti Gelora, Ummat, PSI, masih harus bekerja sangat keras untuk melewati angka parliamentary threshold yang mungkin akan ada di sekitar angka 4% atau paling tinggi 5%," ungkap Yunarto.
Diketahui, survei tersebut memiliki jumlah sampel sebanyak 1.220 responden yang tersebar di seluruh Indonesia, margin of error +/- 2.83% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilaksanakan pada 10-17 April 2022.
Sampel dipilih seluruhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), serta memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di tiap provinsi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




