DPR Soroti Kasus Bullying terhadap Anak di Tasikmalaya
Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:22 WIB
Lebih lanjut, legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II itu mengingatkan agar lembaga perlindungan anak daerah memberi pendampingan kepada keluarga korban. Demikian juga pendampingan kepada sejumlah pelaku yang juga masih anak-anak.
"Apalagi kasus ini sudah masuk ke dalam ranah hukum. Sesuai peraturan, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, terduga pelaku anak perlu mendapat pendampingan khusus," terangnya.
Penyebab kematian korban diketahui karena suspek peradangan otak akibat komplikasi tifus serta suspek episode depresi atau gangguan kejiwaan yang bisa diakibatkan karena komplikasi demam tifus. DPR berharap masalah ini menjadi evaluasi bagi seluruh pemangku kebijakan untuk memastikan terciptanya ruang aman, nyaman, dan bebas perundungan bagi semua anak Indonesia.
"Sangat ironis di saat menjelang Hari Anak Nasional, peristiwa perundungan seperti ini kerap kali terjadi. Ini harus menjadi perhatian serius berbagai pihak agar peristiwa ini tidak boleh terjadi lagi," tegas Ace.
Polisi sendiri sudah bergerak menangani kasus perundungan yang menimpa PH. Selain KPAID Tasikmalaya, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Barat juga ikut memantau kasus bullying tersebut.
"Kami berharap permasalahan bullying terhadap anak PH diselesaikan dengan seadil-adilnya, sambil memperhatikan kondisi kejiwaan terduga pelaku anak," sebutnya.
Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), kekerasan anak pada 2019 terjadi sebanyak 11.057 kasus, pada 2020 ada 11,279 kasus, dan 12,566 kasus hingga data bulan November 2021. Kasus yang paling banyak dialami adalah kekerasan seksual sebesar 45 persen, kekerasan psikis 19 persen, dan kekerasan fisik sekitar 18 persen.
Komisi VIII DPR yang membidangi urusan anak mengingatkan pemerintah untuk memberi perhatian lebih terhadap kasus kekerasan kepada anak.
"Kami harap Hari Anak Nasional menjadi pengingat betapa banyaknya kasus kekerasan terhadap anak yang sebenarnya bisa dicegah dan dikurangi jumlahnya jika ada antisipasi yang baik. Jadi, diperlukan tindakan konkret karena betapa pentingnya perlindungan pada anak," pungkas Ace.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




