ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Moeldoko: Rapatkan Barisan, Negara Sedang Hadapi Ujian Berat

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:23 WIB
YP
FS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FFS
Moeldoko.
Moeldoko. (Antara)

Karawang, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan bahwa negara sedang menghadapi ujian berat berupa ancaman krisis pangan, energi, dan ketidakpastian global yang bisa memicu terjadinya krisis ekonomi. Untuk itu, Moeldoko mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan, merapatkan barisan, bahu-membahu, dan melakukan ikhtiar lahir dan batin menghadapi ujian berat tersebut.

Hal ini disampaikan Moeldoko pada acara Zikir Manaqib Akbar dan Haul Syekh Abdul Qodir Al Jailani RA, di Pondok Pesantren Al Baghdadi, Karawang Jawa Barat, Sabtu (6/8/2022) malam

"Saya mengajak seluruh elemen bangsa khususnya puluhan ribu jamaah yang hadir, untuk bersama berikhtiar baik lahir maupun batin dalam menghadapi ujian berat ini. Saya yakin, doa memiliki kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme," kata Moeldoko dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (7/8/2022).

Panglima TNI periode 2013-2015 ini mengatakan, Indonesia yang menjadi bagian global, sedang dihadapkan pada kondisi yang tidak normal. Apalagi, tutur dia, saat ini banyak negara menghadapi krisis ekonomi yang bisa berdampak dan memicu krisis lainnya.

ADVERTISEMENT

Mengutip data IMF, Moeldoko menyebutkan kurang lebih 60 negara yang perekonomiannya diperkirakan akan ambruk. Dari 60 tersebut, 42 diantaranya dipastikan sudah menuju ambruk.

"Kita harus bersyukur, Indonesia masih dalam keadaan baik. Ketahanan pangan dan energi masih terjaga. Ekonomi terus tumbuh meski inflasi naik di angka 4 persen lebih. Tapi kita juga harus waspada," ungkap dia.

Moeldoko menambahkan, selama ini pemerintah telah bekerja keras agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga-harga komoditas imbas dari ketidakpastian global. Dia mencontohkan pemberian subsidi untuk BBM dan gas, yang nilainya mencapai Rp 502 triliun.

"Jadi, bapak/ibu yang naik sepeda motor, itu negara mensubsidi Rp 3,7 juta dalam satu tahun. Bagi yang naik mobil, negara mensubsidi Rp 19,2 juta setahun. Untuk itu, saya mohon kita berhemat dalam menggunakan BBM," pesannya.

Lebih lanjut, Moeldoko meminta para jamaah dan elemen masyarakat lain untuk tetap memupuk rasa cinta kepada bangsa, dan selalu optimistis menatap Indonesia ke depan, yakni menuju Indonesia maju pada 2045.

"Saya ingin menanamkan semangat yang kuat. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang lemah dan pesimis. Dan saya tegaskan, persoalan bela negara tidak hanya angkat senjata. Tetapi juga menjaga hati dan pikiran demi kelangsungan negeri ini," kata Moeldoko.

Usai menyampaikan sambutan, Moeldoko bersama puluhan ribu jamaah terlihat larut dalam doa dan zikir, yang dipimpin pengasuh Pondok Pesantren Al Baghdadi, KH Junaedi Al Baghdadi. Jemaah yang hadir datang dari berbagai kota dan provinsi. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon