Tawaran Rancangan Desainer Mancanegara di IFW 2013
Senin, 11 Maret 2013 | 04:14 WIB
INDONESIA Fashion Week (IFW) 2013 yang berlangsung selama beberapa hari pada pertengahan bulan lalu, memang sudah cukup lama usai. Namun salah satu hal menarik masih bisa dicatat, di antaranya yakni tampilnya empat desainer mancanegara dari World Fashion Week. Menampilkan ciri khas dan kekuatan, mulai dari busana berdaya pakai tinggi hingga gaun ultrafeminin, masing-masing desainer menawarkan tren untuk musim mode mendatang.
Gaun-gaun ultrafeminin hadir di antara peragaan busana pria di hari ketiga penyelenggaraan IFW 2013 lalu, di Plenary Hall, Balai Sidang Jakarta. Namun, Addy van den Krommenacker, desainer asal Belanda, yang menghadirkan koleksi gaun-gaun bertema "A Tribute to Feminity" itu, mampu meredam kesan ganjil, dan membius publik lewat karyanya.
Desainer yang acap merancang busana pengantin mempelai para pesohor sepakbola dan juga para selebriti Negeri Kincir Angin itu, menampilkan koleksi gaun-gaun yang memikat, gemerlap, dan elegan. Sebagian di antaranya dibuat dengan memakai bahan jatuh, yang memperlihatkan bentuk badan si pemakainya.
"Esensi dari femininitas harus ditonjolkan, dengan demikian si pemakai merasa mampu menggenggam dunia," kata Van den Krommenacker, memaparkan konsepnya dalam acara temu pers.
Ia mengaku senang bisa berpartisipasi dalam pesta mode Indonesia, meski tidak bisa menikmatinya hingga hari terakhir. Ia harus bertolak kembali ke negaranya untuk mempersiapkan diri turut dalam perhelatan akbar pemberian penghargaan tahunan Oscar.
Pada 2004, Van den Krommenacker pertama kali mendandani aktris Belanda, Thekla Reuten, di ajang Oscar. Sejak itu, ajang Oscar pun masuk menjadi agenda kegiatan tahunannya. "Saya puas dengan model-model yang membawakan gaun-gaun saya. Satu-satunya persoalan yang saya hadapi hanyalah ukuran tinggi badan," ujarnya.
Selain Van den Krommenacker, Samuel Cirnansck, desainer asal Brazil, juga menghadirkan gaun-gaun feminin di ajang IFW 2013. Tampil di hari terakhir, bersama Poppy Dharsono dan duo Sebastian Gunawan-Cristina Panarese lewat koleksi Votum, Cirnansck memamerkan gaun-gaun extravagant-nya.
Melangkah lebih jauh dari semangat menghadirkan koleksi busana siap pakai yang dicanangkan IFW, Cirnansck memilih lebih mengeksplorasi selera dan keahliannya dalam menghadirkan gaun-gaun spektakuler di atas bahan organza, muslin, tulle, sulaman, yang seperti pengakuannya dirancang langsung dengan teknik moulage. Salah satu rancangannya adalah gaun hitam model mermaid memeluk tubuh, tanpa lengan, dengan aksen embroidery di bagian leher, dari koleksi Autumn/Winter 2013 yang juga ia pamerkan di Pekan Mode Sao Paulo.
Jaringan
Selain Addy van den Krommenacker dan Samuel Cirnansck, IFW yang bekerja sama dengan World Fashion Week (WFW) juga menampilkan Melinda Looi dan Camilla Welton. Dua nama yang disebut belakangan ini menampilkan koleksi busana siap pakai.
Mengusung tema "Sunset in Africa", Melinda Looi, desainer asal Malaysia, memamerkan koleksi terbarunya yang terinspirasi dari warna-warna senja di padang savanna Afrika, pada hari pertama IFW, 14 Februari. Menerjemahkan suasana yang mencerminkan kehidupan bak dunia dongeng itu, ia memilih warna-warna oranye, cokelat, merah, ungu, mustard, di atas bahan chiffon, georgette, dan French lace yang bersifat lembut dan jatuh.
Looi, yang memulai kariernya di dunia fashion setelah menggenggam Malaysia Young Designer Award pada 1995, menampilkan rancangan busana serbalonggar, model tumpuk, gaya bohemia, yang nyaman dikenakan. Dengan memilih warna-warna kuat itu ia menawarkan koleksinya untuk perempuan feminin sekaligus berkepribadian kuat.
Sementara, desainer asal Swedia, Camilla Welton, yang tampil di hari kedua IFW 2013, 15 Februari, menghadirkan koleksi rancangan siap pakai. Mencoba memenuhi permintaan konsumen universal, desainer peraih Ikea Fashion Design Contest 2010 itu, menawarkan rancangan yang sederhana namun unik, dengan tetap menjaga tampilan elegan.
Kehadiran desainer yang tergabung dalam WFW itu, seperti dikemukakan ketuanya, Paco de Jaimes, sekaligus menandai masuknya IFW ke dalam "keluarga besar" WFW. Selain memperluas jaringan, hubungan baru itu diharapkan mampu lebih mewarnai industri fashion dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




