Paus Francis I Yang Liberal dalam Keadilan Sosial
Kamis, 14 Maret 2013 | 04:06 WIB
Terlahir di Argentina, Paus Francis I adalah orang Amerika Latin dan juga penganut Jesuit pertama yang memimpin Gereja Katolik Roma di seluruh dunia.
"Sepertinya saudara-saudaraku para kardinal menempuh sampai hampir ujung dunia (untuk memilih Paus baru)," katanya dalam pidato pertama sebagai Paus ke ribuan orang yang memadati Alun-alun Santo Peter, Rabu malam waktu setempat (Kamis 14/3 dinihari WIB).
Sebelum itu, dia adalah Kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Buenos Aires.
Para pemerhati konklaf tidak menganggapnya sebagai calon unggulan untuk menggantikan Benediktus XVI. Dalam umur 76, dia hanya dua tahun lebih muda dari Benediktus ketika terpilih dalam konklaf 2005 dulu, sehingga mengejutkan mereka yang memprediksi pria yang lebih muda sebagai Paus ke-266.
Betapa pun juga, Paus Francis I akan memuaskan baik kelompok konservatif maupun reformis gereja, karena dia dianggap berpandangan ortodoks soal seksual, sebagai contoh, namun bersikap liberal kalau bicara tentang keadilan sosial.
"Kami hidup di bagian yang paling timpang di dunia, yang tumbuh paling cepat namun paling sedikit bisa mengurangi penderitaan," kata dia seperti dikutip The National Catholic Reporter dalam sebuah pertemuan dengan para uskup Amerika Latin pada 2007.
"Distribusi barang yang tidak adil terus terjadi, menciptakan situasi dosa sosial yang jeritannya sampai ke Surga dan membatasi kemungkinan hidup yang lebih layak bagi saudara-saudara kami."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




