BTN Upayakan Agar Blanco Tak Mengadu ke FIFA
Rabu, 20 Maret 2013 | 20:45 WIB
Jakarta - Manajer Timnas versi Badan Tim Nasional (BTN) Habil Marati mengaku tengah mengupayakan agar Luis Manuel Blanco dan asistennya tidak mengadu ke FIFA. Blanco yang diganti secara mendadak pasca Kongres Luar Biasa PSSI, Minggu (17/3) diduga akan melaporkan kasus penggantian pelatih Timnas ke Badan Sepak bola Dunia tersebut.
"Kami terus mencoba menenangkan Blanco. Jangan sampai kejadian ini merugikan PSSI. Ini demi kepentingan bangsa," kata Habil Marati usai bertemu Menpora Roy Suryo di Kemenpora Jakarta, Rabu (20/3
Luis Manuel Blanco datang ke Kemepora selain didampingi oleh Habil Marati juga didampingi dua asistennya, yaitu Marcos Conenna dan Jorge Di Gregorio serta penerjemah Fredy.
Menurut dia, dalam pembicaraan yang dilakukan, pelatih asal Argentina ini tetap pada keputusannya, yaitu sebagai pelatih Timnas. Apalagi sebelumnya tidak ada pembicaran terkait dengan pergeseran tugas sebagai Direktur Teknik Timnas.
Posisi pelatih Timnas saat ini sudah diisi oleh Rahmad Darmawan yang didampingi asisten pelatih Jacksen F Tiago.
Dengan adanya pergeseran posisi tersebut, Blanco sempat melaporkan kejadian tersebut pada Kedutaan Besar Argentina di Indonesia. Hal itu dilakukan karena kedatangan pelatih tersebut atas dasar kerja sama kedua negara.
"Siap-siap saja menerima komplain dari Menpora Argentina," kata Habil Marati dengan tegas.
Habil mengaku saat bertemu dengan Menpora Roy Suryo pihaknya menjelaskan secara detail kronologi pengangkatan Blanco sebagai pelatih Timnas hingga pelatih asal Argentina itu dilengserkan dari posisinya.
Selain melakukan komunikasi, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Hanya saja hingga saat ini belum ada keputusan terkait dengan hal tersebut.
Sementara itu, Menpora Roy Suryo mengaku bahwa pasca-Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI bukan berarti semuanya telah tuntas. Masih banyak hal yang harus diselesaikan demi pengembangan dan peningkatan prestasi sepak bola Indonesia.
"Ini baru setengah jalan. Banyak hal harus diselesaikan mulai masalah gaji pemain hingga adanya dugaan gratifikasi," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




