Korut Ancam Akan Aktifkan Kembali Reaktor Nuklirnya

Selasa, 2 April 2013 | 19:25 WIB
LJ
B
Penulis: Liberty Jemadu | Editor: B1
Ilustrasi rudal Korea Utara.
Ilustrasi rudal Korea Utara. (AFP)

Seoul - Korea Utara, Selasa (2/4), mengatakan akan menyalakan kembali semua fasilitas nuklir di kompleks Yongbon, termasuk salah satu reaktor yang pernah dinonaktifkan pada 2007 silam.

Kantor berita Korut, KCNA, mengatakan bahwa tujuan dari pengaktifan kembali itu untuk tujuan kelistrikan dan militer.

Pengumuman itu datang ketika ketegangan di Semenanjung Korea terus memanas. Sebelumnya Amerika Serikat mengirim pesawat pembom B-52, pembom siluman B-2, dan jet siluman F-22 ke Korsel sebagai bentuk unjuk kekuatan dan jawaban atas ancaman Pyongyang yang mengaku ingin menyerang pangkalan AS di Pasifik dan akan menginvasi Korsel.

Korea Utara diketahui menggelar uji coba nuklir pada Februari silam, meski banyak pengamat yang menilai negara itu belum punya kemampuan untuk membuat senjata nuklir. Uji coba itu sendiri kemudian berbuah sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap salah satu negara paling terisolasi di dunia itu.

"Kekuatan nuklir kita adalah pencegah perang yang handal dan jaminan atas kedaulatan kita," kata pemimpin Korut, Kim Jong Un dalam pidatonya, Minggu (31/3), yang disiarkan kantor berita KCNA.

"Berpijak pada kekuatan nuklir itulah kedamaian dan kemakmuran bisa terwujud dan demikian juga kebahagiaan yang bisa dinikmati oleh masyarakat," sambung dia kemudian.

Jika Korut benar-benar mengaktifkan reaktor-reaktor nuklirnya maka akan berdampak jangka panjang pada keamanan kawasan tersebut.

Belum jelas secepat apa reaktor Yongbon bisa kembali diaktifkan karena menara pendinginnya sudah dihancurkan pada 2008 sebagai bagian dari kesepakan pelucutan senjata nuklir pada 2007.

Reaktor Nuklir Yongbon diyakni sebagai fasilitas nuklir utama Korut dan dipercaya menjadi pemasok utama dari material nuklir dalam uji coba yang digelar pada 2006 dan 2009.

Reaktor pernah dinonaktifkan pada Juli 2007 sebagai bagian dari kesepakatan bantuan makanan bagi Korut yang saat itu dilanda kelaparan hebat.

Peninjau dari badan nuklir PBB (IAEA) pernah diusir pada 2009, setelah Korut secara sepihak menyatakan mundur dari pembicaraan pelucutan senjata nuklir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon