Menpora Diminta Tegas soal Tunggakan Gaji Pesepakbola
Jumat, 5 April 2013 | 16:23 WIB
Jakarta - Permasalahan tunggakan gaji pemain yang terjadi di Indonesia Super League (ISL) maupun Indonesian Premier League (IPL), masih tak kunjung terselesaikan. Untuk mengatasinya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) diminta bisa mengambil langkah tegas.
"Menpora harus tegas, tetapi juga cermat dalam mengambil keputusan ini. Jangan sampai ada keputusan yang kontroversial, termasuk memberhentikan kompetisi," kata pengamat sepakbola Sutan Harhara, ketika dihubungi media ini di Jakarta, Kamis (4/4).
Menurut Sutan, pemberhentian kompetisi tidak lantas menyelesaikan masalah. Ia menilai adanya tunggakan gaji pemain itu karena profesionalisme kompetisi di Indonesia masih dalam proses. "Kita sebenarnya juga belum siap tanpa APBD. (Penyelesaiannya) Ini memerlukan pemikiran yang matang," tegasnya.
Seperti diketahui, pelunasan gaji pemain yang berkompetisi ISL dan IPL kembali diundur. CEO PT Liga Indonesia (LI) Joko Driyono bahkan mengajukan permintaan pengunduran deadline kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Hal itu dikatakan oleh Plt Ketua Umum BOPI, Haryo Yuniarto, Kamis (4/4). Haryo mengaku telah bertemu Joko, dan pada pertemuan itu PT LI meminta penundaan deadline pelunasan gaji sampai pertengahan kompetisi pada Juni mendatang.
BOPI sendiri sebenarnya memberikan batas waktu kepada klub-klub ISL dan IPL untuk melunasi gaji pemain dan pelatih pada 31 Maret 2013. Jika tenggat waktu itu dilanggar, BOPI akan mencabut izin kompetisi.
"Pastinya, saya akan laporkan ke Pak Menteri Roy Suryo, apakah ketentuan (pengunduruan deadline) pada Juni ini bagian kesepakatan atau tidak. Karena saya tidak ikut saat pertemuan antara PT LI dan Menpora. Nantinya akan kami lihat," tandasnya.
Di lain pihak, CEO Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Valentino Simanjuntak mengatakan, pihaknya pun berencana akan bertemu Menpora untuk membahas masalah tunggakan gaji para pemain tersebut. Ia juga akan mendesak PSSI untuk meminta penjelasan dari pengelola kompetisi ISL dan ISL.
"Kami sebenarnya tidak ingin kompetisi diberhentikan. Hanya, syarat yang diberikan itu dipenuhi. Apakah BOPI siap menanggungnya? Musim lalu (gaji pemain) tidak dibayar, sekarang juga, tapi tetap diizinkan bergulir. Artinya, Menpora perlu memikirkan solusi lainnya juga," ucap Valentino.
Secara terpisah, staf ahli Kempora, Faisal Abdullah, mengakui bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari BOPI terkait dengan masalah tunggakan gaji tersebut. "Kemungkinan pekan depan akan dibahas mengenai hal ini, dan diputuskan langkah terbaiknya," kata Faisal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




