Ahok: Jangan Anggap Mayday Itu Menyeramkan

Rabu, 24 April 2013 | 18:24 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbicara kepada para wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbicara kepada para wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat. (ANTARA FOTO)

Jakarta - Aksi May Day yang dilakukan setiap tanggal 1 Mei setiap tahunnya oleh buruh atau pekerja, jangan dianggap sebagai momok yang menakutkan. Pandangan yang menyatakan setiap aksi unjuk rasa yang dilakukan para buruh atau pekerja selalu berujung pada tindakan rusuh atau kericuhan harus dihapus.

Demikian pernyataan yang dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menggelar rapat May Day bersama Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (24/4).

"May Day itu kan semacam Hari Natal atau Hari Idul Fitri, hari rayanya kita. Selama ini kita menganggap seolah-olah May Day sesuatu yang menyeramkan dan menakutkan. Ini akan kita ubah konsep aksi buruh tidak seperti itu," kata Ahok.

Menurutnya, buruh sebagai manusia berhak dan wajib memperjuangkan hidupnya lebih baik. Karena itu, moment May Day dapat digunakan untuk memperjuangkan nasibnya. Namun, jangan merugikan warga Jakarta lainnya, sehingga terjadi kerusuhan dan merugikan seluruh warga, khususnya warga miskin dan Pemprov DKI.

"Kalau orang kaya tidak ada masalah ada kerusuhan. Punya deposito Rp10 miliar yang terima bunga Rp50 juta per bulan. Atau yang punya Rp1 triliun dapat bunga Rp5 miliar tiap bulan. Ya ngga peduli hancur atau rusuh, karena mereka aman. Tapi yang miskin bagaimana. Kita harapkan anggota LKS tripartite dan kepolisian atau TNU bantu untuk mengamankan jalannya aksi buruh. Karena kami tidak ingin ada kesalahan," ujarnya.

Adanya rencana aksi May Day dilokalisasi atau dibatasi, menurutnya persepsi itu salah. Buruh atau pekerja yang mau memperjuangkan haknya tidak boleh dibatasi, justru harus didukung dan dimotivasi dengan baik.

"Seperti tuntutan buruh ke PTUN menggugat Gubernur, nggak apa-apa dong saya dorong mereka. Kalau berjuang yang anarkis, kalau ribut yang susah ya orang susah. Seperti kerusuhan pada Mei 1998. Buruh banyak yang susah. Ini yang mau kita ubah," tukasnya.

Karena itu, Ahok meminta LKS Tripartit harus membantu supaya aksi unjuk rasa besar-besaran buruh pada 1 Mei mendatang dapat digelar dengan tertib. Tidak membuat macet lalu lintas dan kerusuhan apa pun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon