Drone Terbaru Amerika Bisa Dioperasikan dari Kapal Induk

Rabu, 15 Mei 2013 | 21:07 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Pesawat tanpa awak  X-47B milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang bisa lepas landas dari kapal induk.
Pesawat tanpa awak X-47B milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang bisa lepas landas dari kapal induk. (defensenews.com)

Maryland - Untuk pertama kalinya dalam sejarah penerbangan, sebuah pesawat tanpa awak atau drone bisa dilontarkan dari dek sebuah pesawat induk dan melesat terbang.

Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan ujicoba pesawat eksperimen X-47B itu Selasa (14/5) di atas kapal induk George H.W. Bush di lepas pantai Virginia.

Keberhasilan itu menjadi tonggak sejarah baru di teknologi drone yang sudah dikembangkan dalam delapan tahun terakhir.

Pihak AL mengatakan keberhasilan ujicoba itu "memberi gambaran masa depan Angkatan Laut kita karena kami telah mulai mengintegrasikan sistem tanpa awak dengan situasi pertempuran paling kompleks yang muncul sekarang ini," kata David Buss, komandan kekuatan udara Angkatan Laut.

X-47B yang bersayap seperti kelelawar telah dicoba terbang selama 65 menit dan melakukan beberapa manuver untuk simulasi penugasan, serta mendarat dengan selamat di pangkalan udara AL Patuxent River di Maryland.

X-47B dibuat oleh Northrop Grumman Corp. dan dirancang untuk mendarat di dek kapal induk, yang merupakan salah satu manuver paling sulit dalam penerbangan. Namun pengujian mendarat di kapal induk ini belum dilakukan.

Drone terbaru ini bersifat otonom yang menjadi paradigma baru dalam peperangan nanti. Kebanyakan drone yang ada sekarang dioperasikan dari jarak jauh oleh pilot, namun X-47B dirancang untuk menjalankan misi tempur dengan dikendalikan sepenuhnya oleh komputer.

Pilot manusia mendesign jalur terbangnya dan program komputer akan memandunya dari kapal menuju target dan kembali. Perbedaan lainnya dengan drone lain, X-47B berteknologi siluman dan bermesin jet.

X-47B bisa dibilang mirip miniatur pesawat pembom siluman B-2. Dia bisa terbang hingga ketinggian 40.000 kaki dan mencapai kecepatan subsonik.

Drone ini juga dirancang untuk terbang lebih jauh dan lebih lama karena tidak tergantung pada daya tahan pilot manusia. Para pilot angkatan laut mungkin bisa melakukan misi penerbangan hingga 10 jam. Drone bisa terbang tiga kali lebih lama.

Dia juga bisa membawa senjata dengan kapasitas angkut 4.500 pon namun Angkatan Laut AS belum berencana mempersenjatainya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon