Dahlan Iskan Jenguk Tahanan Dugaan Kasus Pemalsuan Emas
Selasa, 28 Mei 2013 | 20:56 WIBDahlan mengaku datang atas rasa solidaritas.
Jakarta - Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menyambangi Polda Metro Jaya, menjenguk tiga tahanan yang tersangkut kasus dugaan pemalsuan emas, di Bank BRI Kantor Wilayah Gatot Subroto, Jakarta. Ia berharap, polisi bisa mengungkap kebenaran hakiki di balik kasus itu.
"Saya datang menjenguk tahanan kaitannya sama masalah pemalsuan emas yang ada di Bank BRI Kantor Wilayah Gatot Subroto. Saya simpati kepada mereka. Saya menengok seperti orang biasa, menengok tahanan. Tidak sebagai orang yang demo atau menuntut sesuatu," ujar Dahlan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/5).
Dikatakan Dahlan, dirinya datang atas rasa solidaritas. Karena, beberapa yang ditahan telah mengabdi cukup lama di bank milik pemerintah itu.
"Saya solider sama mereka, karena salah satunya seorang ibu yang sudah 23 tahun mengabdi di BRI dengan reputasi cukup baik, punya kejujuran yang sangat baik. Artinya jika mau main-main, belum tentu berani," tambahnya.
Dahlan mengaku, sudah mempelajari kasusnya dan melihat ketiga tersangka itu bukan sebagai pelaku.
"Intinya, saya sudah mempelajari perkara ini. Dulu awalnya saya kira mereka lah yang memalsukan emas itu. Tetapi, akhirnya saya mendapat keyakinan mereka tak memalsukan emas itu. Kesalahan mereka adalah tidak mengecek emas itu. Artinya, mereka salah, tapi tidak jahat. Mereka berbuat kesalahan prosedur perbankan, tapi tak berbuat kejahatan," ungkapnya.
Menurutnya, ada pihak lain yang melakukan kejahatan dengan memalsukan emas yang digadaikan seorang nasabah berinisial RD di Bank BRI. Ia berharap, penyidik bisa menemukan kebenaran hakiki di balik kasus itu.
"Prosedur perbankan memang mereka salah. Tapi kita punya keyakinan ada orang lain yang jahat, seharusnya dia juga diusut. Saya ingin ditemukan kebenaran hakiki, bukan kebenaran formil," tegasnya.
Dahlan mengatakan, akan mendukung para tersangka dan aparat penegak hukum dalam membuktikan fakta hukum yang sebenarnya.
"Kami akan upayakan pendukungnya. Karena, saya tidak ingin seorang yang bekerja di bank dengan baik menjadi korban oleh orang yang sengaja memanfaatkan itu. Yang akan kita lakukan adalah, bagaimana kelak terbukti bahwa mereka tidak memalsukan. Karena, sekarang kalau ini pemalsuan harus ditemukan yang asli ada di mana," paparnya.
"Ini kita minta yang asli harus ditemukan. Kalau yang asli ditemukan baru ketahuan ada pemalsuan. Ada pemalsuan, kalau yang asli tidak ditemukan bagaimana? Wong ini emas batangan, mengusutnya gampang. Kecuali yang dicuri uang, mungkin sudah dibelanjakan. Ini alat buktinya emas batangan, ada nomor serinya, ada suratnya," tambahnya.
Menyoal apakah ada dugaan pemilik emas itu yang memalsukan, Dahlan enggan memastikannya.
"Saya tidak bisa bilang begitu (pemalsu adalah pemiliknya). Karena kita semua penegakan hukum, harus menemukan yang aslinya dulu, baru bisa mengetahui siapa yang memalsukan," katanya.
Ihwal apakah akan membentuk tim advokasi khusus, Dahlan mengaku menyerahkan semuanya kepada penasehat hukum para tersangka.
"Kami serahkan ke penasehat hukum. Saya juga bukan ahli hukum. Tapi kami akan berjuang sampai mendapatkan kebenaran hakiki," sebutnya.
Dahlan mengatakan, kasus itu bermula ketika seorang nasabah menjaminkan emasnya.
"Setelah berubah-ubah administrasi dan waktu, maka belakangan diketahui barang ini palsu. Nah, yang ditahan ini dituduh memalsukan. (Padahal) Masing-masing pegang kunci. Mereka memang salah karena tak mengecek barang. Namun, ini akan sangat baik, jika ditemukan siapa yang memalsukan. Seandainya, mereka yang ditahan ini yang memalsukan, harus ditemukan juga yang aslinya ini ada di mana," tandasnya.
Sebelumnya diketahui, tiga orang pegawai Kantor Wilayah BRI, Gatot Subroto, Jakarta Selatan berinisial AM, HAS dan RA dituding terlibat dugaan penggelapan investasi emas logam mulia seberat 51 Kilogram, senilai Rp 30 miliar. Ketiganya sudah ditahan di Mapolda Metro Jaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




