Victoria Securities Bidik Penjaminan Emisi Rp 2,3 T

Selasa, 11 Juni 2013 | 19:17 WIB
E
FB
Penulis: ELI | Editor: FMB
Ilustrasi perdagangan saham
Ilustrasi perdagangan saham (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta – PT Victoria Securities Indonesia membidik penjaminan emisi saham dan obligasi tahun ini bisa mencapai sekitar Rp 2,3 triliun. Besarnya target penjaminan emisi ini diharapkan bisa meningkatkan kontribusi bisnis penjaminan emisi bagi pendapatan perseroan.

Penjaminan emisi efek saham yang dibidik mencapai sekitar Rp 300 miliar. Sedangkan nilai penjaminan emisi obligasi diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp 1,5-2 triliun.

"Saat ini saja dengan penawaran obligasi PT Bank Victoria Internasional Tbk (BVIC) Rp 500 miliar, dan PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BFIN), nilai emisi obligasi yang kami tangani sudah mencapai Rp 800 miliar. Target awal tahun kami hanya Rp 1 triliun untuk obligasi, tapi kami melihat demand menerbitkan obligasi besar, jadi penjaminan emisi obligasi tahun ini mungkin bisa mencapai sekitar Rp 1,5-2 triliun," kata Direktur Victoria Securities Setiawan Budiman di Jakarta, Selasa (11/6).

Dalam melakukan bisnis penjaminan, tidak jarang perseroan melakukan kerja sama (joint) dengan sekuritas lain. Sehingga nilai emisi yang besar dapat habis ditawarkan.

Sementara untuk penjaminan emisi efek saham, saat ini perseroan tengah melakukan proses persiapan IPO untuk satu perusahaan perkebunan sawit, sekaligus produksi CPO (crude palm oil). Perusahaan yang basisnya di Sulawesi ini rencananya akan menawarkan sekitar 15-20% sahamnya ke publik di kuartal III 2013.

"Perusahaan perkebunan ini menggunakan laporan keuangan akhir Maret 2013 untuk penyertaan dokumen IPO-nya," kata dia.

Sayang dia masih enggan mengungkapkan berapa target dana dari perusahaan perkebunan tersebut melalui IPO ini. Dia hanya mengatakan, pihaknya optimistis bisa melakukan penawaran perdana atas perusahaan perkebunan ini meski harga komoditas masih rendah.

"IPO nya ditargetkan bisa sesuai jadwal, saham yang dilepas hanya sekitar 15-20% itu sudah mempertimbangkan kondisi harga komoditas saat ini," kata dia.

Hingga kuartal I 2013, pendapatan usaha Victoria Securties mencapai Rp 3,68 miliar, naik 8,55% dari periode yang sama tahun lalu Rp 3,39 miliar. Pendapatan terbesar dikontribusi dari kegiatan perantara perdagangan efek sebesar Rp 1,86% atau 50,81% dari total pendapatan. Sisanya dikontribusi dari pendapatan bunga Rp 1,57 miliar atau 42,66%. Sisanya dari kegiatan penjaminan emisi dan penjualan efek.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon