Piala Konfederasi
Brasil Tak Gentar dengan Spanyol
Selasa, 18 Juni 2013 | 14:33 WIB
Fortaleza - Penampilan impresif timnas Spanyol dalam kurun waktu hampir delapan tahun terakhir, menjadikan mereka sebagai salah satu tim yang selalu diunggulkan di suatu turnamen, tak terkecuali di Piala Konfederasi 2013. Nyatanya, di laga perdana Grup B, tim berjulukan La Furia Roja itu pun berhasil tampil dominan dengan mengandaskan Uruguay 2-1.
Performa juara Piala Dunia 2010 dan Euro 2008 dan 2012 itu lantas mendapat pujian dari banyak pihak, termasuk dari media-media Brasil. Tim arahan Vicente del Bosque itu pun makin difavoritkan di turnamen kali ini.
Namun, fakta itu tampaknya tidak membuat Brasil gentar. Sang tuan rumah bahkan mengingatkan Spanyol bahwa masih terdapat banyak laga yang harus dilewati. Bek timnas Brasil, Marcelo misalnya, memperingatkan jika Spanyol belum ada di final. Ia juga menyatakan tidak takut jika di fase selanjutnya Brasil harus berhadapan dengan Spanyol.
"Anda bicara soal Spanyol seolah-olah mereka sudah ada di final. Tapi, masih ada banyak pertandingan lagi. Kami tidak memilih lawan. Kami harus tetap tenang. Tidak seharusnya kami bicara soal Spanyol saat ini. Jika pada akhirnya kami dipertemukan pun, itu akan jadi laga yang luar biasa," ujar Marcelo.
Jika nantinya Brasil harus berjumpa Spanyol, Marcelo menyatakan kesiapannya. Ia berharap bisa memanfaatkan pengalamannya dalam menghadapi pemain-pemain Spanyol, saat bermain untuk Real Madrid di bawah arahan Jose Mourinho.
"Kami melakukan apa yang diminta Mourinho, membuat mereka berada di bawah tekanan. Anda harus bermain dengan semangat. Itu bukan hanya soal strategi," kata bek berusia 25 tahun itu.
Brasil dan Spanyol terakhir kali bertemu di pertandingan persahabatan pada 1999 silam, dengan hasil tanpa gol. Dari delapan partai di antara kedua tim, Brasil tercatat sudah menang empat kali dan Spanyol dua kali, sementara sisanya berakhir imbang.
"Kita berbicara tentang dua tim nasional yang punya banyak kualitas. Tapi, untuk mencapai target kami mencapai final, kami harus melewati banyak negara, tidak hanya Spanyol," ucap gelandang Brasil, Luiz Gustavo.
Sementara, sikap pantang menyerah juga ditunjukkan oleh Jepang. Meskipun akan menghadapi Italia dalam laga kedua Grup A di Arena Pernambuco, Rabu (19/6) waktu setempat atau Kamis (20/6) dinihari WIB, tim Samurai Biru menyatakan tidak gentar dengan nama besar lawan.
Di atas kertas, tim arahan Alberto Zaccheroni itu memang berada satu level di bawah Italia. Akan tetapi, wakil Asia itu bertekad untuk meraih kemenangan guna menjaga asa lolos ke semifinal, setelah di laga pertama kalah dari tuan rumah Brasil 0-3.
Gelandang dan kapten Jepang, Makoto Hasebe, mengakui jika Gli Azzurri merupakan tim yang solid. Namun, bukan berarti Italia tidak memiliki kelemahan. Ia menilai, salah satu cara mengalahkan Italia adalah dengan meredam pergerakan Pirlo.
"Kami sangat kecewa (saat kalah dari Brasil), dan awalnya membuat kami tertunduk. Tapi kami harus bangkit sekarang. Kami masih punya pertandingan melawan Italia dan Meksiko, dan jika kami memenangi keduanya, kami akan lolos ke semifinal," ucap Hasebe.
"Italia selalu datang dengan tim yang hebat. Mereka sangat rapi dan solid dalam bertahan. Pirlo? Ia adalah otak dari tim, dan pesepakbola yang ulung. Kami harus mengawalnya sejak awal dan tidak membiarkannya berkembang," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




