Identitas Diketahui, Polisi Buru Tiga Pelaku Bentrok di Kalimalang

Kamis, 4 Juli 2013 | 00:10 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Petugas kepolisian berusaha menghalau massa yang tawuran di Tambun, Bekasi.
Petugas kepolisian berusaha menghalau massa yang tawuran di Tambun, Bekasi. (Suara Pembaruan/MKL)

Jakarta - Pasca menangkap satu orang pelaku, Subdit Jatanras Polda Metro Jaya tengah memburu tiga orang yang diduga terlibat dalam bentrokan dan penganiayaan berujung tewasnya seseorang atas nama Mada (38), warga Kampung Jati RT04 RW02, Jatimulya, Tambun Selatan, Minggu (30/6) lalu.

"Satu pelaku atas nama Ramli sudah diamankan di sebuah tanah kosong di Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Senin (1/7) kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ini ada tiga orang yang masih buron," ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/7).

Dikatakan Herry, tersangka Ramli berperan ikut memukul korban Mada pada saat bentrokan. Sementara, tiga orang yang masih buron berperan membacok dan memukul korban.

"Ketiganya masih kami cari, tinggal tunggu waktu saja," ungkap Herry.

Menyoal kronoligi kejadian, Herry menyampaikan, bentrokan itu berawal dari dua orang kelompok penyerang bernama Ikhsan dan Sahban yang enggan membayar sehabis makan di warung sekitar lokasi kejadian, Jumat (28/6) lalu. Kemudian, ada sekuriti menegurnya. Namun, keduanya malah menganiaya sekuriti yang merupakan warga sekitar.

"Sekuriti itu warga sekitar, lalu warga berkumpul sampai akhirnya bentrokan pecah, Sabtu (29/6) dini hari. Kedua kelompok saling berhadapan dan ada korban tewas mengalami luka bacok atas nama Mada. Korban jatuh ke Kalimalang. Pada hari Minggu (30/6), korban ditemukan tersangkut di dalam lumpur," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, bentrokan antara dua kelompok warga pecah di Jalan Raya Kalimalang KM 37, Jatimulia, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/6) dan berlanjut Minggu (30/6) kemarin. Bentrokan ini menyebabkan satu orang tewas atas nama Mada.

Korban tewas merupakan warga asli yang bekerja sebagai penjaga tempat pemancingan. Selain Mada, belasan warga lainnya mengalami luka. Bentrokan antar-warga itu diduga dipicu ulah kelompok pendatang yang kerap meresahkan warga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon