Anak Lelaki Butuh Perhatian Emosi
Anak Lelaki Butuh Perhatian Emosi
Kamis, 6 Oktober 2011 | 14:16 WIB
Kurang perhatian emosional dari orangtua bisa berdampak buruk pada anak lelaki.
Pendapat bahwa anak laki-laki lebih kuat dari anak perempuan tak selamanya benar. Anak lelaki juga butuh perhatian ketimbang anak perempuan.
Jamak terpikir, anak lelaki pasti kuat, tidak butuh perhatian lebih, dan lebih mandiri ketimbang anak perempuan.
Uanu Seshmi, pendiri lembaga amal From Boyhood to Manhood Foundation telah menyarankan pemerintah mengenai kejahatan senjata tajam dan senjata api percaya, perhatian terhadap anak laki-laki sering terbengkalai ketimbang perempuan.
Menurut Seshmi, seperti dikutip dari Daily Mail, pemikiran untuk merawat anak perempuan lebih butuh sensitivitas telah berubah sejak era 60-70an, dan perubahan ini adalah hal yang baik.
Namun, masalahnya, hal ini mengakibatkan, anak laki-laki tidak mendapatkan perhatian yang sama. Ketika ini terjadi, anak lelaki seakan mendapat arahan, mereka harus lebih kuat, tidak boleh cengeng, tidak boleh menunjukkan emosi, harus lebih kuat, dan harus bisa menyelesaikan segala masalah sendiri.
"Tak sedikit orangtua yang takut membiarkan anak laki-lakinya mengeluakan emosinya karena berpikir hal tersebut bisa membuatnya menjadi kemayu," ungkap Seshmi.
Kepala sekolah Eton, sekolah dari Inggris yang ternama, Tony Little, sempat mengungkap, anak laki-laki lebih emosional ketimbang anak perempuan, dan lebih sering tergerak karena perasaan.
Selama ini, menurut Little, kebanyakan orang berpikir, anak lelaki tidak seemosional anak perempuan dan lebih sering menggunakan fisik untuk mengekspresikan sesuatu.
Namun, menurut Little, hal ini tidak benar, karena anak perempuan lebih pandai dalam mengutarakan kebutuhan emosionalnya, dan karena anak lelaki tidak (diajar untuk tidak) mengekspresikan emosinya, kita berpikir mereka tidak memiliki masalah emosional.
Menurut Seshmi, anak lelaki lebih banyak belajar lewat kegiatan fisik, mereka perlu mencoba sendiri banyak hal, untuk membangun dan membuat banyak hal, serta butuh banyak bergerak.
Sayangnya, di banyak sekolah, kebanyakan dibuat untuk memfasilitasi perempuan, dan lebih banyak duduk.
"Anak lelaki yang dipaksa untuk duduk diam dalam waktu lama bisa merespon dengan menjadi banyak bergerak, dan dengan mudahnya ia dicap hiperaktif, padahal belum tentu seperti itu," kata Seshmi.
Ia mengatakan, anak-anak di zaman dulu lebih mudah dimengerti, karena banyak sekolah yang homogen. Di zaman sebelum 60-an, lebih banyak sekolah khusus anak lelaki-laki dan guru-guru lelaki. Namun, ini berubah ketika muncul gerakan feminisme yang menuntut kesamaan.
Steve Biddulph, psikolog dan pengarang buku Raising Boys mengatakan, anak-anak yang terlahir di zaman modern kini jauh lebih tersiksa karena rata-rata, mulai dari usia 7 tahun, anak-anak mulai mencari jati diri menjadi seorang pria. Seharusnya, ia akan mencarinya dari sang ayah. Sayangnya, saat ini banyak ayah yang mangkir dari tanggung jawabnya.
Alhasil, banyak anak laki-laki yang mencari jati diri lewat tayangan-tayangan media atau internet yang adalah potensi sumber gambar-gambar dan informasi yang tidak tepat.
Yang jadi masalah lagi, anak lelaki diketahui tidak secepat perempuan dalam mengutarakan isi hati dan pikiran lewat ucapan. Untuk kebanyakan orangtua, lebih mudah untuk menenangkan anak putrinya karena mereka bisa mengutarakan apa yang ia rasa.
Sementara untuk anak laki-laki, yang bingung cara mengutarakan emosi cenderung berteriak dalam bentuk frustasi, tetapi malah dimarahi dan dihukum karena dianggap nakal.
Saran Tony Little, asuh anak lelaki Anda selembut dan sepenuh perhatian kepada anak perempuan. "Beri kecup, usap, ajak bicara, sama seperti yang akan Anda lakukan pada anak perempuan."
Diperingatkan Little, ada kemungkinan orangtua akan menemukan jalan buntu saat mencoba bicara dari hati ke hati dengan anak laki-lakinya. Tetapi ini adalah hal yang wajar, dan jangan langsung menyerah. Teruslah ada untuk dia. Ketahui, anak lelaki juga butuh pemenuhan emosi.
Pendapat bahwa anak laki-laki lebih kuat dari anak perempuan tak selamanya benar. Anak lelaki juga butuh perhatian ketimbang anak perempuan.
Jamak terpikir, anak lelaki pasti kuat, tidak butuh perhatian lebih, dan lebih mandiri ketimbang anak perempuan.
Uanu Seshmi, pendiri lembaga amal From Boyhood to Manhood Foundation telah menyarankan pemerintah mengenai kejahatan senjata tajam dan senjata api percaya, perhatian terhadap anak laki-laki sering terbengkalai ketimbang perempuan.
Menurut Seshmi, seperti dikutip dari Daily Mail, pemikiran untuk merawat anak perempuan lebih butuh sensitivitas telah berubah sejak era 60-70an, dan perubahan ini adalah hal yang baik.
Namun, masalahnya, hal ini mengakibatkan, anak laki-laki tidak mendapatkan perhatian yang sama. Ketika ini terjadi, anak lelaki seakan mendapat arahan, mereka harus lebih kuat, tidak boleh cengeng, tidak boleh menunjukkan emosi, harus lebih kuat, dan harus bisa menyelesaikan segala masalah sendiri.
"Tak sedikit orangtua yang takut membiarkan anak laki-lakinya mengeluakan emosinya karena berpikir hal tersebut bisa membuatnya menjadi kemayu," ungkap Seshmi.
Kepala sekolah Eton, sekolah dari Inggris yang ternama, Tony Little, sempat mengungkap, anak laki-laki lebih emosional ketimbang anak perempuan, dan lebih sering tergerak karena perasaan.
Selama ini, menurut Little, kebanyakan orang berpikir, anak lelaki tidak seemosional anak perempuan dan lebih sering menggunakan fisik untuk mengekspresikan sesuatu.
Namun, menurut Little, hal ini tidak benar, karena anak perempuan lebih pandai dalam mengutarakan kebutuhan emosionalnya, dan karena anak lelaki tidak (diajar untuk tidak) mengekspresikan emosinya, kita berpikir mereka tidak memiliki masalah emosional.
Menurut Seshmi, anak lelaki lebih banyak belajar lewat kegiatan fisik, mereka perlu mencoba sendiri banyak hal, untuk membangun dan membuat banyak hal, serta butuh banyak bergerak.
Sayangnya, di banyak sekolah, kebanyakan dibuat untuk memfasilitasi perempuan, dan lebih banyak duduk.
"Anak lelaki yang dipaksa untuk duduk diam dalam waktu lama bisa merespon dengan menjadi banyak bergerak, dan dengan mudahnya ia dicap hiperaktif, padahal belum tentu seperti itu," kata Seshmi.
Ia mengatakan, anak-anak di zaman dulu lebih mudah dimengerti, karena banyak sekolah yang homogen. Di zaman sebelum 60-an, lebih banyak sekolah khusus anak lelaki-laki dan guru-guru lelaki. Namun, ini berubah ketika muncul gerakan feminisme yang menuntut kesamaan.
Steve Biddulph, psikolog dan pengarang buku Raising Boys mengatakan, anak-anak yang terlahir di zaman modern kini jauh lebih tersiksa karena rata-rata, mulai dari usia 7 tahun, anak-anak mulai mencari jati diri menjadi seorang pria. Seharusnya, ia akan mencarinya dari sang ayah. Sayangnya, saat ini banyak ayah yang mangkir dari tanggung jawabnya.
Alhasil, banyak anak laki-laki yang mencari jati diri lewat tayangan-tayangan media atau internet yang adalah potensi sumber gambar-gambar dan informasi yang tidak tepat.
Yang jadi masalah lagi, anak lelaki diketahui tidak secepat perempuan dalam mengutarakan isi hati dan pikiran lewat ucapan. Untuk kebanyakan orangtua, lebih mudah untuk menenangkan anak putrinya karena mereka bisa mengutarakan apa yang ia rasa.
Sementara untuk anak laki-laki, yang bingung cara mengutarakan emosi cenderung berteriak dalam bentuk frustasi, tetapi malah dimarahi dan dihukum karena dianggap nakal.
Saran Tony Little, asuh anak lelaki Anda selembut dan sepenuh perhatian kepada anak perempuan. "Beri kecup, usap, ajak bicara, sama seperti yang akan Anda lakukan pada anak perempuan."
Diperingatkan Little, ada kemungkinan orangtua akan menemukan jalan buntu saat mencoba bicara dari hati ke hati dengan anak laki-lakinya. Tetapi ini adalah hal yang wajar, dan jangan langsung menyerah. Teruslah ada untuk dia. Ketahui, anak lelaki juga butuh pemenuhan emosi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




