Pemerintah Disarankan Dialog dengan FPI

Rabu, 24 Juli 2013 | 17:36 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Polisi memeriksa mobil milik rombongan Front Pembela Islam (FPI) yang dibakar massa setelah terjadinya bentrok antara FPI dengan warga di Kecamatan Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7). Bentrokan yang dipicu penolakan warga terhadap aksi
Polisi memeriksa mobil milik rombongan Front Pembela Islam (FPI) yang dibakar massa setelah terjadinya bentrok antara FPI dengan warga di Kecamatan Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7). Bentrokan yang dipicu penolakan warga terhadap aksi "sweeping" yang dilakukan anggota FPI Temanggung itu mengakibatkan sejumlah anggota FPI dan warga menderita luka, satu unit mobil dibakar serta seorang perempuan bernama Tri Munarti tewas tertabrak mobil. (Antara Foto/Ediyanto)

Jakarta - Menanggapi kasus kekerasan yang kerap dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI), Wakil Ketua DPR RI, Melani Leimena Suharli berpendapat, sebaiknya pemerintah berdialog dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut.

Dengan cara tersebut, lanjut dia, diharapkan ada solusi terkait aksi anarkis yang diduga kerap dilakukan FPI.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR, Melani Leimena Suharli di gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/7).

"Saya rasa pemerintah perlu berdialog dengan FPI untuk mencari solusi atas masalah ini. Harapannya tentu agar tidak terulang kembali di masa mendatang," kata Melani.

Menurutnya, organisasi ormas yang melakukan aksi kekerasan, telah mencederai nilai-nilai Pancasila. Padahal dalam nilai Pancasila terkandung sikap melindungi keberagaman dan perbedaan yang ada di masyarakat, dengan mengedepankan musyawarah dan anti kekerasan.

"Kalau menurut saya, memang sebaiknya sejauh ormas-ormas yang selama ini melakukan kekerasan itu masih bisa diajak dialog dan berjanji akan memperbaiki dan taat hukum, sebaiknya tidak langsung dibubarkan. Mesti dikasih kesempatan juga mereka eksis dan berkembang dengan koridor hukum yang ada dan taat," jelas Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini. [Suara Pembaruan/C-6]

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon