Sektor Pariwisata Tahan Krisis, Indonesia Harus Manfaatkan
Sabtu, 31 Agustus 2013 | 06:48 WIB
Jakarta - Sektor pariwisata dunia terbukti tahan terhadap krisis global. Untuk itu, pariwisata Indonesia pun dapat menjadi peluang dalam menarik wisatawan mancanegara (wisman), mengingat pergerakan turis dunia pada 2012 mencapai 1,03 miliar orang dan tahun ini diperkirakan masih melonjak naik.
"Potensi ini merupakan peluang untuk kita semua, dan harus kita tangkap bersama-sama industri, sehingga kita bisa menjaring lebih banyak turis dunia ke Indonesia," kata Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemparekraf, Esthy Reko Astuty, di Jakarta, Jumat (30/8), ketika membuka acara Indonesia Tourism & Creative Economy Fair (ITCEF) 2013.
Dikatakan Esthy, berdasarkan data UN WTO, dari segi pengeluaran wisman, pertumbuhan tertinggi bersumber dari China (41 persen) dengan pengeluaran 102 miliar dolar AS, serta Rusia (30 persen). Pada semester pertama 2013, pertumbuhan wisman tercatat mencapai 5 persen, dengan pertumbuhan pengeluaran tertinggi adalah dari China.
"Pertumbuhan wisman secara global diperkirakan akan mendekati 4 persen, dan Asia Tenggara akan tetap menjadi kawasan yang mengalami pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan wisman di Indonesia saat ini sekitar 7 persen pada semester pertama. Sekarang pemerintah tengah menggalakkan promosi ke pasar-pasar yang bertumbuh pesat, seperti China dan Rusia," jelas Esthy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




