Presiden Minta Kosgoro Jaga Semangat Nasionalisme
Jumat, 1 November 2013 | 22:30 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta salah satu organisasi massa (Ormas) pendiri Partai Golkar yaitu Kosgoro 1957 agar menjaga semangat nasionalisme. Selain itu, Kosgoro juga diminta untuk terus mengembangkan ekonomi kerakyatan.
"Saya mengajak Keluarga Besar Kosgoro 1957 untuk terus tampil sebagai organisasi perjuangan, pembinaan, pelatihan, dan pengembangan potensi para anggotanya. Terus tumbuhkan semangat nasionalisme dan ekonomi kerakyatan," kata Presiden saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Besar (Mubes) III Kosgoro 1957 yang digelar di Jakarta, Jumat (1/11) malam.
Acara dihadiri sejumlah elite dan mantan pimpinan PG. Tampak hadir mantan Ketum PG Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla, Ketua Kosgoro 1957 Agung Laksono, dan sejumlah elite PG lainnya.
Acara itu juga dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Ketua Harian Partai Demokrat (PD) Syarief Hassan.
Tampak pula sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II seperti Djoko Suyanto, Sudi Silalahi, Syarief Cicip Sutardjo.
Ketua Umum PG Aburizal Bakrie tidak hadir pada acara itu karena sedang berada di Jepang.
SBY menjelaskan sejak didirikan 10 Nopember 1957 oleh Mas Isman dan kawan-kawan, Kosgoro tampil sebagi organisasi kemasyarakatan yang sangat peduli terhadap masalah-masalah kebangsaan. Sebagai organisasi kebangsaan yang pluralis, berdiri tegak di atas semua golongan, tanpa membedakan latar bela-kang etnis, budaya, agama, status ekonomi, dan sosial, Kosgoro tampil sebagai organisasi yang memiliki gagasan cerdas dan bernas sekaligus melakukan aktivitas yang bermakna bagi masyarakat.
Doktrin perjuangan Tri Dharma Kosgoro 1957, yaitu Pengabdian sebagai semangat perjuangan dan watak dasar kader untuk berjuang penuh keikhlasan tanpa pamrih; Kerakyatan sebagai semangat perjuangan yang bertumpu pada jiwa dan aspirasi rakyat; dan Solidaritas sebagai semangat perjuangan yang berintikan rasa senasib sepe-nanggungan dengan rakyat, tetap relevan hingga saat ini. Doktrin Kosgoro menjadi marwah perju-angan para kadernya di setiap era yang berbeda.
"Saya mencermati peran Kosgoro yang terus berjuang dan tetap eksis dalam pelayanan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan po-tensi kepemimpinan bangsa melalui pendidikan politik yang cerdas," ujar SBY.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




