Softdrink bikin Perilaku Remaja Agresif
Rabu, 26 Oktober 2011 | 15:57 WIB
Memicu mereka untuk melakukan tindak kekerasan.
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa remaja yang minum lebih dari lima kaleng minuman ringan bersoda (softdrink), non diet, setiap minggu secara signifikan lebih cenderung berperilaku agresif. Misalnya, membawa senjata dan melakukan tindak kekerasan terhadap rekan-rekan atau saudara kandungnya sendiri.
Temuan tersebut didasarkan pada penelitian terhadap 1.878 remaja dari 22 sekolah umum di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.
Para peneliti bertanya kepada mereka berapa banyak minum minuman ringan bersoda, non diet selama tujuh hari terakhir.
Para peneliti kemudian melihat hubungan antara potensi perilaku kekerasan dalam kelompok ini, dengan menanyakan apakah mereka telah melakukan tindak kekerasan terhadap rekan-rekan mereka, saudara, atau pasangan. Dan apakah mereka pernah membawa pistol atau pisau, setahun lalu.
Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang minum 5 atau lebih kaleng minuman ringan setiap minggu, secara signifikan lebih mungkin untuk mabuk akibat minum minuman beralkohol, dan merokok setidaknya sekali di bulan sebelumnya.
Beranjak dari penelitian tersebut para peneliti menyimpulkan, bahwa remaja yang sering minum minuman ringan bersoda, non diet, potensi perilaku agresifnya 9-15 persentase lebih tinggi. Bahkan dampak dari minuman tersebut sama seperti minuman beralkohol atau rokok.
Para peneliti menduga, mungkin hal tersebut terjadi karena kandungan kafein dan gula yang terdapat dalam minuman ringan. "Atau mungkin ada faktor lain yang belum kami temukan dalam analisa penelitian kami, yang menunjukkan hubungan antara konsumsi minuman ringan yang tinggi dengan perilaku agresif remaja."
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa remaja yang minum lebih dari lima kaleng minuman ringan bersoda (softdrink), non diet, setiap minggu secara signifikan lebih cenderung berperilaku agresif. Misalnya, membawa senjata dan melakukan tindak kekerasan terhadap rekan-rekan atau saudara kandungnya sendiri.
Temuan tersebut didasarkan pada penelitian terhadap 1.878 remaja dari 22 sekolah umum di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.
Para peneliti bertanya kepada mereka berapa banyak minum minuman ringan bersoda, non diet selama tujuh hari terakhir.
Para peneliti kemudian melihat hubungan antara potensi perilaku kekerasan dalam kelompok ini, dengan menanyakan apakah mereka telah melakukan tindak kekerasan terhadap rekan-rekan mereka, saudara, atau pasangan. Dan apakah mereka pernah membawa pistol atau pisau, setahun lalu.
Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang minum 5 atau lebih kaleng minuman ringan setiap minggu, secara signifikan lebih mungkin untuk mabuk akibat minum minuman beralkohol, dan merokok setidaknya sekali di bulan sebelumnya.
Beranjak dari penelitian tersebut para peneliti menyimpulkan, bahwa remaja yang sering minum minuman ringan bersoda, non diet, potensi perilaku agresifnya 9-15 persentase lebih tinggi. Bahkan dampak dari minuman tersebut sama seperti minuman beralkohol atau rokok.
Para peneliti menduga, mungkin hal tersebut terjadi karena kandungan kafein dan gula yang terdapat dalam minuman ringan. "Atau mungkin ada faktor lain yang belum kami temukan dalam analisa penelitian kami, yang menunjukkan hubungan antara konsumsi minuman ringan yang tinggi dengan perilaku agresif remaja."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




