Ratusan Jemaat Hadiri Ibadah Malam Natal di GPIB Siloam
Selasa, 24 Desember 2013 | 21:43 WIB
Jakarta - Ratusan jemaat menghadiri Ibadah Malam Natal di Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) "Siloam" Jakarta Barat, pada Selasa (24/12).
Ibadah yang dimulai pada pukul 19.00 Wib dipimpin Ketua Majelis Jemaat GPIB "Siloam" Pendeta Ananda Septoni Pasaribu dan diisi antara lain, Paduan Suara (PS) Anak dan PS Gita Siloam.
Ketenangan tercipta berkat kerja sama sinergis antara pihak gereja bersama aparat keamanan dari Polsek Kebon Jeruk dan Koramil Kebon Jeruk.
"Kami berkoordinasi dengan aparat keamanan mengamankan pelaksanaan ibadah Malam Natal. Patroli aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya juga turut mengamankan kegiatan ibadah," kata Ketua II Pengurus Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB "Siloam" bidang Orkom dan Germasa Penatua Salip Sumardi di Jakarta, Selasa (24/12).
Penatua Salip mengatakan, selain mendapat pengamanan dari aparat Kepolisian dan Koramil, pihak gereja juga menjalin kerja sama dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) GP Anshor.
"Setiap tahun GP Anshor berpartisipasi dalam hal keamanan. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin selama bertahun-tahun," jelas dia.
Sementara itu, Pendeta Ananda dalam kotbahnya, yang terambil dari Yesaya 11:1-5 menyatakan bahwa kehadiran Yesus Kristus memberikan harapan atas pulihnya hubungan manusia dengan Allah, Sang Pencipta. Kelahiran Yesus, lanjutnya, memberikan harapan bagi manusia untuk berdamai dengan diri sendiri, serta berdamainya manusia dengan lingkungan.
"Kehadiran Yesus Kristus menjadikan hubungan manusia dengan Allah lebih baik, sehingga dalam persekutuannya, manusia mendapatkan hikmat," kata Pendeta Ananda.
Di sisi lain, Pendeta Ananda mengaku, saat ini di Indonesia muncul persoalan yang sangat mengganggu kehidupan berbangsa. Ada kelompok-kelompok tertentu sengaja membuat ketidaknyamanan di masyarakat.
Disebutkan, saat ini kehidupan di sekitar umat Kristiani dipenuhi intoleransi. "Ada upaya kelompok tertentu untuk menciptakan sekat-sekat dalam kehidupan berbangsa. Ada agenda kekuasaan dan politik, tetapi yang jelas kita lihat ada intoleransi," ujar dia.
Selain itu, lanjut Pendeta Ananda, masalah krusial yang dihadapi bangsa ini adalah praktik korupsi yang mewabah dari tingkat paling bawah hingga paling atas.
"Yang jadi persoalan adalah keserakahan dan ketamakan, sehingga berani mengambil apa yang bukan menjadi haknya," kata Pendeta Ananda.
Di lain pihak, kata dia, di negeri ini terjadi kerusakan alam yang cukup mengkhawatirkan.
"Ada pihak yang sengaja menggunakan kesempatan untuk menciptakan kerusakan lingkungan dengan membuang limbah sembarangan. Situasi ini, membuat kita berada dalam pergumulan paling berat,"kata Pendeta Ananda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




