Alex Komang: Suburkan Industri Film Tanah Air

Kamis, 27 Maret 2014 | 09:21 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Foto keluarga Bapak Hasim, yang diperankan Alex Komang, saat Iwan masih bersekolah di kota Batu dalam Film 9 Summers 10 Autumns arahan sutradara Ifa Isfansyah
Foto keluarga Bapak Hasim, yang diperankan Alex Komang, saat Iwan masih bersekolah di kota Batu dalam Film 9 Summers 10 Autumns arahan sutradara Ifa Isfansyah (Istimewa/Koko)

Jakarta - Film Indonesia semakin menunjukkan eksistensinya. Hal itu terbukti beberapa film masuk nominasi festival film internasional, baik yang bergenre horor, action maupun drama.

Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Alex Komang berharap film Tanah Air semakin maju dan berkualitas. Oleh karena itu, industri film harus disuburkan.

"Film seperti napas kehidupan bagi saya agar terus berkembang dalam dunia sinematografi. Jadi bukan dari segi teknis saja tetapi juga dicintai masyarakatnya. Maka pada peringataan Hari Film Nasional ke-64, taglinenya Bangga Film Indonesia," katanya di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Rabu (26/3).

Pemilihan tema "Bangga Film Indonesia" diangkat untuk membangkitkan kembali semangat yang pernah digelorakan Usmar Ismail, sutradara sekaligus produser film Darah dan Doa sebagai hari pertama syuting film pada 30 Maret 1950 lalu dan menjadi tonggak sejarah perfilman Tanah Air.

"Jadi harus ada landasan dengan sebuah kebanggaan. Mari bersama-sama bertekad dengan bangga, dan berjuang dengan apa yang kita yakini. Landasan bangga di sini berarti ada kecintaan dan komitmen untuk kemajuan film-film kita sendiri," ujar Alex

Tokoh senior perfilman nasional itu tetap berharap, dalam film wajib memiliki landasan sebagai patokan dalam berkarya. Dalam hal ini sosok Usmar dinilai akan merasa puas akan film citra.

"Oleh karena itu, dalam film biasanya memiliki standar yang harus dipenuhi seperti mempunyai fungsi pada masyarakat ekonomi, kultural dan memiliki pesan didalamnya. Produk film merupakan senuah cermin atas apa yang terjadi dan dibutuhkan masyarakat," jelas Alex.

Untuk itu, Alex mengajak segenap masyarakat untuk memperjuangkan bersama perfilman Indonesia ke depannya. Bahkan, pasar film Indonesia terbilang cukup luas dengan jumlah penduduk yang besar.

"Saat ini sudah ada beberapa calon-calon sineas mendapat beasiswa dan mendapat bantuan dari pihak luar. Untuk itu perlu jajaki kerja sama pengembanan sumber daya manusia (SDM) untuk pelatihan tersebut, apalagi ini bisa melebar ke hal distrubusi film," tutup Alex.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon