IBST Ekspansi Menara Senilai Rp 800 Miliar

Senin, 21 April 2014 | 18:26 WIB
G
FH
Penulis: GUS | Editor: FER
Ilustrasi telekomunikasi
Ilustrasi telekomunikasi (ANTARA FOTO)

Jakarta - PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) menginvestasikan dana untuk belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 800 miliar tahun ini. Dana itu akan dipakai untuk pembangunan menara baru.

"Perseroan akan membangun 600-700 menara baru pada tahun ini," ujar Chief Finance Officer Stefanus Sudyatmiko usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) perseroan di Jakarta, Senin (21/4)

Stefanus mengatakan, perseroan juga menganggarkan dana untuk akusisi sejumlah menara yang prospektif. Meski demikian, dirinya enggan menyebutkan berapa target jumlah menara dan dana yang disiapkan. Saat ini, perseroan memiliki 2100 menara.

Menurut dia, dana investasi tahun ini berasa dari penawaran umum terbatas I (PUT I/Rights Issue) dan kas internal. Kemarin, perseroan telah resmi mengantongi izim efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk aksi korporasi rights issue tersebut.

Perseroan menawarkan sebanyak 207,83 juta saham biasa atas sama dengan nilai nominal Rp 500 per saham yang akan ditawarkan pada harga Rp 3.176 per saham. Perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp 660,07 miliar dari aksi ini.

Perseroan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter) rights issue. Unit usaha milik Sinarmas Grup itu bersedia menjadi pembeli siaga (standby buyer) rights issue perseroan.

"Sinarmas Sekuritas telah sepakat full commitment. Kami tidak tahu apakah itu menjadi bagian dari order Sinarmas Grup. Memang, saat ini, Smartfren punya Sinarmas adalah penyewa terbesar tower pada level 60%," ucap dia.

Tahun ini, lanjut Stefanus, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 30%. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan jumlah tower pada level 30-40%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon