Gandi Parapat: Demokrat Memalukan Jika Tidak Usung Capres

Minggu, 18 Mei 2014 | 16:13 WIB
AS
B
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: B1
Presiden RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Lapangan Pendowoharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (17/3).
Presiden RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Lapangan Pendowoharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (17/3). (Suara Pembaruan/Carlos KY Paath)

Medan - Deklarator Forum Dahlan Iskan Gandi Parapat mengatakan, Partai Demokrat seperti ketinggalan start dalam kontestan pemilihan presiden (Pilpres) yang berlangsung dalam waktu dekat ini. Soalnya, belum ada hasil keputusan setelah konvensi yang diikuti sebelas peserta calon presiden (Capres) dari partai berlambang bintang mercy tersebut.

"Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terlalu lama dalam memutuskan partai yang dipimpinnya, apakah berkoalisi mendukung capres dari partai lain, atau mengusung capres pemenang hasil konvensi capres. Lebih memalukan jika tidak mengusung capres dari partai pemenang pemilu 2009 itu," ujarnya kepada SP, Minggu (18/5).

Gandi mengatakan, peluang Demokrat dalam memenangkan Pilpres masih bisa terjadi. Semua itu tergantung kepada sosok yang dijagokan untuk mengimbangi Capres dari PDIP, Joko Widodo (Jokowi) dan Gerindra, Prabowo Subianto. Peluang Demokrat bisa terwujud jika menjagokan capres yang merakyat, pekerja keras dan selalu berpenampilan sederhana.

"Calon yang kuat dan menjadi motivator semangat kerja keras, dan selalu dekat dengan rakyat itu adalah Meneg BUMN, Dahlan Iskan. Untuk menjagokan Dahlan Iskan menjadi Capres Demokrat, jika memang diinginkan Presiden SBY, belum terlambat. Sebab, popularitas Dahlan sama dengan Jokowi dan Prabowo Subianto," katanya.

Menurutnya, pengusungan capres dari Demokrat jika dilakukan SBY, tidak bisa mengandalkan mesin politik partai di berbagai daerah. Soalnya, kekalahan Demokrat dalam pemilu legislatif (Pileg) kemarin, merupakan bukti nyata bahwa mesin partai itu tidak bekerja maksimal. Demokrat membutuhkan capres yang memiliki magnet kuat di tengah masyarakat.

"Semua itu tergantung kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Tidak sulit bagi SBY menggandeng partai lain untuk mengajak berkoalisi. Demokrat bisa membuka koalisi kembali dengan PKS maupun partai lainnya. Bahkan, Demokrat bisa menggandeng Partai Hanura untuk memperkuat pemenangan capres yang diusung bersama tersebut. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon