Pengamat: Demokrat Tidak Akan Bulat Dukung Prabowo-Hatta

Minggu, 1 Juni 2014 | 21:57 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Capres dari Koalisi Merah Putih Prabowo Subianto (kiri) didampingi Cawapres Hatta Rajasa menjawab pertanyaan politisi partai Demokrat ketika melakukan dialog dengan Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (1/6).
Capres dari Koalisi Merah Putih Prabowo Subianto (kiri) didampingi Cawapres Hatta Rajasa menjawab pertanyaan politisi partai Demokrat ketika melakukan dialog dengan Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (1/6). ( Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin mengemukakan, jika benar adanya dukungan Partai Demokrat kepada pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa, dukungan tersebut diprediksi tidak akan membawa 10,19 persen suara Demokrat yang diraih pada Pileg lalu.

"Kalau disebut mayoritas akan mendukung Prabowo-Hatta, mungkin saja terjadi. Tetapi sebagian yang lainnya pasti akan mendukung pasangan Jokowi-JK," kata Said di Jakarta, Minggu (1/6) malam.

Ia menjelaskan, dukungan yang tidak utuh itu karena Partai Demokrat sebelumnya sudah sempat menyatakan bersikap netral dalam Pilpres dengan tidak mendukung salah satu pasangan calon.Kebijakan itu kemudian membuat kader Demokrat merasa memiliki keleluasaan untuk mendukung dan memilih pasangan calon yang mereka kehendaki.

Akibatnya, lanjut Said, ada beberapa anggota Demokrat ditingkat pusat dan sebagian kader yang menjadi tokoh lokal di sejumlah daerah sudah mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Jokowi-JK.

"Kalaupun sekarang Partai Demokrat mendukung pasangan Prabowo-Hatta, tidak dengan sendirinya kebijakan itu akan diikuti 100 persen oleh kader mereka, terutama yang ada di daerah. Apalagi kalau dukungan itu tidak disampaikan langsung oleh SBY yang menjadi tokoh sentral sekaligus simbol dari partai berlambang mercy itu. Tingkat kepatuhan kader Demokrat itu kan bergantung kepada SBY. Kalau cuma Syarief Hasan dan Ibas yang bicara, belum tentu akan didengar oleh pemilih demokrat di akar rumput," kata Said di Jakarta, Minggu (1/6) malam.

Menurutnya, pada Pilpres nanti, kader Demokrat akan terbelah dukungannya kepada pasangan Prabowo-JK dan kepada pasangan Jokowi-jK. Apalagi Partai Demokrat tidak mengenakan sanksi apapun kepada kadernya yang mendukung pasangan Jokowi-JK.

"Sekurangnya sepertiga pemilih Demokrat saat Pileg lalu akan memberikan suaranya kepada pasangan Jokowi-JK," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon