GP Ansor Tegaskan Sikap Netral Dalam Pilpres 2014
Kamis, 5 Juni 2014 | 01:59 WIBJakarta - Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Nuruzzaman mengatakan, Gerakan Pemuda Ansor secara organisatoris bersikap netral dalam hajatan politik pilpres 2014 yang memunculkan dua pasangan calon Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Demikian ditegaskan
"Jadi secara organisatoris GP Ansor bersikap netral, tidak terlibat politik praktis dukung mendukung capres tertentu. Ini sesuai dengan penegasan Muktamar NU ke 32 di Makassar 2011 bahwa jam’iyyah NU dan badan otonom serta lembaga/lajnah yang bernaung di bawahnya berpegang teguh pada Khittah NU 1926, yang artinya tidak berpolitik praktis," ungkap Nuruzzaman dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/6).
Sungguhpun demikian, lanjut dia, kader Ansor sebaiknya tidak bersikap golput dan tetap menggunakan hak untuk menentukan pilihan capres masing-masing sesuai dengan ijtihad politiknya.
"Namun, pengurus tidak boleh mengatasnamakan organisasi GP Ansor untuk mendukung salah satu pasangan capres. Dukungan hanya boleh diberikan atas nama pribadi sebagaimana yang dilakukan pula oleh PBNU melalui pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU," tambah Nuruzzaman.
Nuruzzaman menegaskan, GP Ansor akan konsisten bergerak di ranah politik kebangsaan dan keummatan, bukan politik kekuasaan pragmatis.
"Kita menghargai sepenuhnya sikap politik pribadi kader dan pengurus Ansor yang menjatuhkan salah satu pasangan calon capres yang ada. Hanya saja perlu ditunjukkan dengan cara yang bermartabat dan berakhlakul karimah, termasuk tidak dengan saling mencaci dan merendahkan antar pendukung," tambah dia.
Lebih lanjut, mantan Komandan Densus 99 GP Ansor ini mengatakan, sikap netral ini juga dimaksudkan untuk menjaga proses pemilihan presiden agar berjalan dengan damai, jujur, adil dan tidak terjadi eskalasi konflik di tengah masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.
"Ansor mengimplementasi sikap prinsip tawassuth atau mengambil jalan tengah dan moderat, tawaazun atau menjaga keseimbangan, serta tasammuh yang berarti toleran dan menghargai perbedaan termasuk pilihan politik," jelas Nuruzzaman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




