Debat Capres 2014

Dialog dan Pemerintahan Bersih, Kunci Jokowi-JK Pertahankan Demokrasi

Senin, 9 Juni 2014 | 20:32 WIB
MS
FH
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FER
Suasana Debat Perdana Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa (kiri), pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla (kanan), yang dimoderatori Zainal Arifin Muchtar (tengah) di Balai Sarbini, Jakarta, Senin, 9 Juni 2014 via Beritasatu TV.
Suasana Debat Perdana Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa (kiri), pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla (kanan), yang dimoderatori Zainal Arifin Muchtar (tengah) di Balai Sarbini, Jakarta, Senin, 9 Juni 2014 via Beritasatu TV. (Beritasatu TV)

Jakarta - Mempertahankan demokrasi di Indonesia bertitik kunci pada mendengar suara rakyat dan melaksanakan prinsip itu melalui kebijakan Pemerintah.

Hal itulah prinsip utama demokrasi yang akan dilaksanakan Joko Widodo bila terpilih menjadi Presiden RI.

"Maka itu setiap hari kami datang ke kampung, pasar, bantaran sungai, tempat pelelangan ikan. Karena kami ingin mendengar suara rakyat. Dengan cara apa? Dengan dialog," kata Jokowi dalam debat capres di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta, Senin (9/6).

Dia melanjutkan Jusuf Kalla, sang cawapres, sudah banyak menyelesaikan konflik ketika masih menjabat sebagai wakil presiden.

Jokowi sendiri sudah membuktikan bahwa dengan dialog, banyak hal yang bisa diselesaikan walau berpotensi mengundang konflik. Itu terjadi dalam proses bagaimana sebagau gubernur DKI Jakarta, Jokowi mampu membenahi Waduk Pluit .

"Itu diselesaikan dengan dialog, dengan mengundang makan, musyawarah, undang makan lagi, musyarawah dan akhirnya sukses melaksanakan pemindahan," kata Jokowi.

Kedua, demokrasi yang ingin dibangunnya berbasis pemerintahan bersih, yang dibangun berdasar sistem yang jelas dan bisa diaudit. Hal itu sudah dibuktikannya ketika mengimpelementasikan e-budgetting, e-procurement, e-catalog, e-aduit, pajak online, dan IMB Online.

"Itu cara kita perlukan dan bisa dinasionalkan bila jokowi-JK diberi amanah," kata dia.

Selanjutnya, proses rekrutmen pemimpin lembaga akan dilakukan secara terbuka. "Bukan karena kedekatan atau senang dan tidak senang," imbuh Jokowi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon