Terungkap, Anggoro Akui Temui MS Kaban Bicarakan Proyek SKRT
Rabu, 11 Juni 2014 | 11:55 WIB
Jakarta - Terdakwa dugaan suap tekait anggaran proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) tahun 2007 di Kementerian Kehutanan (Kemhut), Anggoro Widjojo akhirnya mengakui beberapa kali bertemu mantan Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban.
Salah satu pertemuan membicarakan perihal proyek SKRT.
"Kita ke sana (rumah dinas Kaban). Saya lapor sama Pak Kaban, Pak saya dari Masaro Motorola minta waktu untuk menghadap Bapak melaporkan soal proyek SKRT," ungkap Anggoro saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (11/6).
Namun Anggoro mengatakan permintaan tersebut langsung ditolak Kaban. Sebaliknya, ia diminta untuk membuat surat resmi dan dikatakan akan ditangai sesuai aturan.
Anggoro mengaku memberanikan diri menemui MS Kaban di rumah dinasnya saat open house. Hal itu dilakukan lantaran peralatan SKRT seharga Rp 2 triliun terbengkalai.
Dalam surat dakwaan Anggoro Widjojo yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (23/4), terungkap bahwa mantan Menhut tersebut kerap meminta sejumlah uang kepada Anggoro melalui pesan singkat atau telepon.
Pada 6 Agustus 2007, Anggoro menerima pesan singkat dari MS Kaban yang isinya "skrg (sekarang) merapat saja ke rmh (rumah) dinas, kalau smpat (sempat) bgks (bungkus) rapi 15rb (USD 15.000)".
Demikian juga, pada 16 Agustus 2007, dikatakan Anggoro kembali memberikan uang sebesar US$ 10.000 kepada MS Kaban melalui anaknya, David Angkawijaya di tempat yang sama.
Selanjutnya pada 13 Februari 2008, Anggoro kembali memberikan uang sebesar US$ 20.000 yang diantarkan supirnya Isdriatmoko kepada Muhamad Yusuf yang merupakan supir dari MS Kaban.
Kemudian pada 25 Februari 2008, MS Kaban melalui pesan singkat kembali meminta disediakan Traveller Cek (TC) sebesar Rp 50 juta. Tidak berhenti meminta, pada 28 Maret 2008, kembali melalui pesan singkat MS Kaban meminta terdakwa menyiapkan uang sebesar 40.000 dolar Singapura dan dipenuhi terdakwa dengan diberikan melalui Yusuf.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




