Sebagian Warga Gunung Kidul Kekurangan Air Bersih

Rabu, 10 September 2014 | 18:34 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Ilustrasi air bersih.
Ilustrasi air bersih. (istimewa/Istimewa)

Gunung Kidul - Sebagian warga Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunung Kidul CH Suyatmiyatun di Gunung Kidul, Rabu (10/9), mengatakan semua kecamatan sudah mengalami kekeringan.

"Dari 144 desa yang ada, ada 70 desa dan 449 pedukuhan dengan jumlah penduduk 100.513 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga membutuhkan bantuan pasokan air," kata Sumiyatun.

Ia mengatakan pihaknya memprediksikan jumlah warga yang daerahnya mengalami kekeringan akan meningkat.

Menurut dia, wilayah paling parah yakni Kecamatan Girisubo, Tanjungsari, Rongkop, dan Kecamatan Tepus.

"Kekeringan terjadi di seluruh kecamatan di kabupaten ini, tetapi kami hanya melakukan droping air untuk kecamatan yang tidak memiliki tangki air," katanya.

Sedangkan kecamatan yang sudah memiliki tangki air adalah Gurisobo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Semanu, Ponjong, Saptosari, Purwosari, Paliyan, Patuk, Gedangsari, dan Wonosari.

"Namun demikian, apabila ada kecamatan yang membutuhkan bantuan tangki air dari Dinsos, kami siap membantu," katanya.

Ia mengatakan data wilayah yang mengalami kekeringan tersebut, jumlahnya memang menurun dibanding tahun lalu.

Namun demikian, pihaknya tetap siap melakukan droping air kepada masyarakat jika sewaktu-waktu diminta.

Tahun ini disediakan anggaran untuk Dinsosnakertrans yakni sebesar Rp82,41 juta untuk keperluan tersebut.

Dana itu untuk menyalurkan 3.520 tangki air, dan hingga saat ini sudah menghabiskan dana Rp329 juta. "Dana sebesar ini untuk pembelian air, operasional mobil tangki, termasuk pembelian BBM. Kami berusaha maksimal memberikan droping air kepada masyarakat," katanya.

Suyatmiyatun mengatakan, sebelumnya hanya ada enam kecamatan yang akan ditangani Dinsosnakertrans, yakni Rongkop, Girisubo, Panggang, Ngawen, dan Tepus.

"Hari ini sudah ada tambahan permintaan dari Kecamatan Ngawen. Yang belum meminta hanya Playen dan Semin, kemungkinan karena di lokasi yang kekeringan sudah ada sistem pengairannya," katanya.

Dia mengatakan setiap warga yang akan mengajukan permohonan bantuan air bisa dilakukan dengan meminta surat keterangan kepada kepala desa.

"Apabila membutuhkan bantuan, tiggal meminta bantuan ke Dinsos," katanya.

Camat Rongkop Asis Budiarto mengatakan kekeringan di wilayahnya merata.�Merata di setiap desa.

Pihaknya melakukan droping air air lima kali setiap hari. "Kami setiap hari melakukan droping air kepada masyarakat," katanya.

Asis mengatakan droping air tidak bisa menjangkau setiap warga yang membutuhkan, karena harus digilir. Sehingga, sebagian besar warga membeli air dari mobil tangki air yang keliling, dan memanfaatkan PAM.

"Dari 10 desa, ada dua desa yang memiliki jaringan PDAM, yakni Petir dan Pucanganom," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon