Penjualan ORI011 BTN "Oversubscribed"

Rabu, 8 Oktober 2014 | 20:22 WIB
TH
TT
B
Bank BTN
Bank BTN (Antara)

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebagai agen penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).

Hingga saat ini, permintaan yang masuk melalui BTN telah mencapai Rp 400 miliar dari jatah yang diberikan pemerintah hanya Rp 374 miliar.

"Kami optimistis penjualan bisa mencapai Rp 500 miliar. Meski baru pertama kali menjadi agen penjual ORI, tetapi permintaan yang masuk sudah sangat besar. Sampai 7 Oktober 2014 saja sudah Rp 400 miliar lebih," ujar Kepala Divisi Wealth Management BTN Dewi Fitrianingrum usai sosialisasi penjualan ORI011 di Palembang pada 7 Oktober 2014, melalui siaran pers, Rabu (8/10).

Menurut Dewi, BTN terus meminta ke Kementerian Keuangan untuk menambah kuota BTN dari Rp 374 miliar menjadi sekitar Rp 400-500 miliar.

Pasalnya, baru seminggu dilakukan penjualan, permintaan yang masuk sudah Rp 400 miliar. Dengan demikian, BTN optimistis permintaan pada 16 Oktober mendatang bisa mencapai Rp 500 miliar.

Untuk tahun depan, lanjut dia, BTN menargetkan bisa menjual ORI mencapai Rp 750 miliar. "Kami serius menangkap ini sebagai peluang di masyarakat yang memerlukan produk investasi yang aman. Kami optimistis akan dapat menjual produk ORI dan diharapkan dapat menyumbang perolehan fee based income perseroan," kata Dewi.

Dia menjelaskan, ORI adalah produk investasi yang aman dan terjamin karena pembayaran imbal hasil dijamin oleh undang-undang.

Di samping itu, produk ini dapat memberikan keuntungan yang menarik. Sebab, di pasar perdana, ORI memiliki nilai imbal hasil yang lebih tinggi dibanding suku bunga bank dan memberikan potensi capital gain di pasar sekunder.

Pemerintah pun menjamin pembayaran imbalan/kupon dan pokok dilakukan tepat waktu dan online masuk ke dalam rekening tabungan investor.

Dengan jaminan keuntungan dan risiko gagal bayar yang sangat kecil, para investor tidak perlu ragu dan khawatir untuk berinvestasi melalui ORI yang dipasarkan oleh BTN.

Saat ini, BTN tengah bersosialisasi ke wilayah-wilayah yang berpotensi untuk dapat menyerap ORI lebih besar. Sosialisasi ORI antara lain dilakukan di Kota Medan, Palembang, dan Mataram.

"Walaupun ORI dapat dilayani di seluruh kantor layanan BTN, khusus kepada petugas di priority banking officer (PBO) BTN sudah kami arahkan untuk menjemput bola. Kami akan lebih proaktif untuk mendatangi calon investor yang berpotensi untuk beli ORI, atau menawarkan kepada para nasabah loyal BTN," tambah dia.

Masa penawaran ORI011 hanya dijadwalkan pada 1-16 Oktober 2014. Pemesanan pembelian ORI hanya dapat dilakukan oleh individu atau perseorangan, Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. Jumlah minimum pembelian ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya, dengan maksimum pembelian sebesar Rp 3 miliar. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon