BEI Dorong Lebih Banyak Perusahaan Keluarga Go Public
Selasa, 28 Oktober 2014 | 18:38 WIB
Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen mengatakan kebanyakan perusahaan keluarga memutuskan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/ IPO) untuk meningkatkan profesionalisme perusahaannya.
"Bagi perusahaan keluarga, keputusan IPO bukan sekedar untuk menambah modal, tapi lebih kepada untuk meningkatkan profesionalitas dan keberlanjutan usahanya," katanya usai diskusi bertajuk "Memanfaatkan Pasar Modal Sebagai Sumber Dana Murah Yang Mudah Diakses" di Jakarta, Selasa (28/10).
Beberapa contoh perusahaan keluarga yang kemudian IPO adalah HM Sampoerna dan Martina Berto.
Hoesen mengatakan umumnya perusahaan keluarga menghadapi dilema, di mana tidak setiap generasi penerus mau menerima legacy (warisan) usaha dengan melanjutkan usaha yang sama.
"Generasi kedua dan ketiga, ketika pendidikannya sudah ke luar negeri, tidak semua punya passion yang sama akan bisnis orang tuanya, kebanyakan minta modal untuk membuat bisnis lain," tambahnya.
Atas permasalahan tersebut, menjadi perusahaan terbuka adalah pilihan tepat. Pengendali perusahaan bisa mengembangkan perusahaan menjadi lebih profesional.
"Perusahaan berkembang karena tidak ada sistem favoritisasi, melainkan melalui sistem merit dan profesionalitas," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




