PDI-P: Nanti Akan Kita Buat Pimpinan Baru

Rabu, 29 Oktober 2014 | 16:00 WIB
H
B
Penulis: Hiz | Editor: B1
Taufiq Kiemas, diapit Ganjar Pranowo dan Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto.
Taufiq Kiemas, diapit Ganjar Pranowo dan Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto. (Istimewa/Markus Junianto Saloho)

Jakarta - Diktator mayoritas yang terjadi di parlemen selama pemilihan ketua DPR, MPR dan puncaknya Alat Kelengapan Dewan (AKD) sepertinya sudah membuat koalisi pro pemerintah tidak bisa lagi menahan kesabaran.

Atas kebuntuan musyawarah dan mufakat antara kedua kubu tersebut, akhirnya Fraksi PDI Perjuangan memutuskan untuk membuat surat mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR.

Dan sebagai imbas dari mosi tidak percaya ini, mereka juga akan membuat pimpinan DPR tandingan.

"Kira-kira kalau mosi tidak percaya itu kan tidak percaya pimpinan. Kira-kira pimpinan siapa? Nanti akan kita buat pimpinan baru," kata Sekretaris Fraksi PDI-P Bambang Wuryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (29/10).

Menurut Bambang kejadian ini seperti mengulang sejarah yang pernah terjadi pada 2004. Di mana fraksi mayoritas tidak mengakomodir keinginan sedikit fraksi yang bertentangan.

Namun waktu itu pimpinan DPR akhirnya mau musyawarah mufakat untuk menentukan pimpinan.

"Tetapi toh akhirnya secara nurani dirembuk bersama-sama. Itu apa kita mau mengulangi lagi. Kalau mau diulangi ayuk monggo kita tidak ada masalah," ujarnya.

Bambang menilai pimpinan DPR menganggap penentuan kepala AKD ini seakan-akan pilres yang bisa dilakukan dengan cara voting.

"Pileg dan pilpres itu kan berbeda. Kalau pilpres boleh, pemenang boleh menentukan kabinetnya sendiri. Kalau pileg ini kita kan mewakili daerah masing-masing. Artinya hasil pileg itu jadi representasinya di senayan," pungkasnya. (HIZ)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon