UK Trade & Investment Jadi Mitra Strategis Garuda
Kamis, 6 November 2014 | 08:20 WIB
Jakarta– PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melalui anak usahanya, PT Citilink Indonesia, menggandeng The United Kingdom (UK) Trade & Investment sebagai mitra strategis.
Kerja sama tersebut akan dimulai akhir tahun ini.
"Mitra strategis di sini tidak bermaksud sebagai pembeli sebagian saham. Kerja sama ini berbentuk kerja sama komersial," kata Direktur Keuangan Citilink Albert Burhan kepada Investor Daily, Rabu (5/11).
Dia mengatakan, manajemen UK Trade & Investment dan Citilink telah bertemu dan menandatangani nota kesepahaman kerja sama pada Selasa (4/11). Kedua pihak tengah mempelajari prospek bisnis penerbangan di kedua negara.
Kerja sama tersebut akan meliputi pemeliharaan pesawat (maintenance), suku cadang (spare parts), perekrutan pilot, keamanan penerbangan, dan marketing perusahaan.
Albert menegaskan, kerja sama strategis tersebut untuk jangka panjang. UK Trade & Investment akan memperkenalkan Citilink kepada perusahaan-perusahaan di UK yang ingin berinvestasi di Indonesia.
UK Trade & Investment adalah sebuah departemen milik Pemerintahan UK yang bergerak di bisnis untuk mendukung kesuksesan negara itu dalam pasar internasional. UK Trade & Investment berperan mendorong perusahaan-perusahaan global untuk melihat Inggris sebagai mitra strategis.
Lampaui Target
Hingga kuartal III-2014, Citilink berhasil mengangkut penumpang sebanyak 5,4 juta orang. Citilink juga telah meraih 15,9 persen pangsa pasar, melampaui seluruh target tahun ini.
Presiden & CEO Citilink Arif Wibowo mengatakan, jumlah tersebut sesuai harapan Citilink yang menargetkan jumlah penumpang sebanyak 8,2 juta hingga akhir 2014. "Kami targetkan bisa 8,2 juta penumpang sampai akhir tahun. Target ini kami tetapkan, karena melihat perkembangan Citilink yang sangat baik," kata dia.
Arif mengungkapkan, peningkatan jumlah penumpang Citilink terlihat cukup signifikan sejak 2012 yang mengangkut 2,8 juta penumpang, kemudian meningkat menjadi 5,4 juta penumpang pada 2013.
Menurut Arif, anak usaha Garuda Indonesia tersebut juga akan menyusun strategi untuk mendorong pertumbuhan perusahaan. Citilink mengincar pangsa pasar dalam negeri sebesar 15 persen hingga akhir tahun ini dan 20 persen pada 2015. Dia menyebutkan, target pangsa pasar tahun ini, bahkan sudah tercapai pada kuartal tiga karena Citilink telah menguasai 15,9 persen.
"Strategi pertumbuhan tetap kita jaga, karena kalau kita tidak tumbuh kita tidak dapat pangsa pasar yang baik dalam persaingan industri ini, terutama di kelas segmen penerbangan murah (low cost carrier/LCC) persaingan sangat ketat. Namun, dengan catatan, pertumbuhan harus sehat," kata dia.
Arif memaparkan, untuk mendorong pertumbuhan maskapai, Citilink akan melakukan beberapa ekspansi seperti memperkuat rute domestik dan membeli pesawat berbadan lebar Airbus 320. Citilink menargetkan 200 frekuensi penerbangan setiap harinya, menyusul penambahan armada pesawat Airbus A320 terbaru yang kini telah mencapai 27 pesawat. Citilink juga akan mendatangkan lima pesawat lagi hingga akhir tahun, sehingga akan memiliki armada Airbus A320 sebanyak 32 pesawat pada akhir 2014.
"Dengan demikian, kapasitas penumpang akan naik sebesar 51 persen. Harapannya, pangsa pasar kita bisa meningkat. Untuk rute penerbangan kita masih akan perkuat domestik. Tapi sudah ada rencana untuk buka rute regional di Asean pada semester pertama tahun depan," kata Arif.
Rute yang dibidik adalah Singapura dan Kuala Lumpur. Sebelumnya, maskapai ini telah menerbangi rute Surabaya-Johor Bahru (Malaysia) sejak Maret 2014. Namun, untuk sementara dihentikan dulu.
Hingga September 2014, Citilink telah melayani 170 frekuensi penerbangan harian dari Jakarta (Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma), Surabaya, dan Batam ke sejumlah kota besar di Indonesia seperti Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Yogyakarta, Medan, Palembang, Padang, Ujung Pandang, Pekanbaru, Lombok, Bengkulu, Jambi, Semarang, Malang, Kupang, Pangkal Pinang, Tanjung Pandan, Bandung dan Solo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




