Buyung Siap Dekati Pihak yang Tolak Pabrik Semen

Kamis, 20 November 2014 | 16:43 WIB
ST
JS
Penulis: Stefi Thenu | Editor: JAS
Advokat senior Adnan Buyung Nasution saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seputar pembangunan pabrik semen Indonesia, Kamis (20/11)
Advokat senior Adnan Buyung Nasution saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seputar pembangunan pabrik semen Indonesia, Kamis (20/11) (Suara Pembaruan/Stefy Thenu)

Semarang - Advokat senior Adnan Buyung Nasution menyatakan segera melakukan pendekatan dan persuasi kepada pihak-pihak yang masih menolak pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah.

"Saya segera lakukan pendekatan kepada mereka,'' ujar Buyung, seusai bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di ruang kerjanya, Kamis (20/11).

Selaku ketua tim kuasa hukum PT Semen Indonesia, Buyung menyatakan pihaknya mengapresiasi sikap Ganjar yang sangat detail dan berpijak pada kajian ilmiah dalam mengatasi pro-kontra pembangunan pabrik semen di Rembang.

''Saya sangat bahagia karena gubernur memiliki pemahaman yang sangat komprehensif terkait pembangunan pabrik di Rembang. Gubernur sangat mendukung bahwa proyek ini tak hanya bermanfaat untuk warga lokal tapi untuk kepentingan nasional dan kemakmuran rakyat Indonesia,'' kata Buyung.

Langkah selanjutnya, kata Buyung, pihaknya akan melakukan persuasi dan pendekatan kepada pihak-pihak di Rembang, mulai dari tokoh-tokoh masyarakat, ulama, warga setempat hingga para aktivis yang menolak pembangunan pabrik tersebut.

''Kami ingin mengajak pihak-pihak yang menolak untuk tidak berpikir bahwa proyek ini akan merugikan masyarakat, melainkan dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bersama. Kami akan ajak untuk duduk bersama dan memberi penjelasan secara ilmiah,'' tegasnya.

Kepada Buyung, Ganjar menyatakan pihaknya telah memberikan izin lingkungan terkait analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang telah dimiliki pihak Semen Indonesia dan berbagai dokumen pendukung lainnya.

''Kepada pihak yang kontra saya minta agar mereka membaca amdalnya dulu baru bicara. Jangan hit and run. Jadi, kami tetap berlandaskan pada pertimbangan dan kajian ilmiah dalam memberikan izin lingkungan,'' tutur Ganjar.

Dia meminta agar pembangunan pabrik semen harus memberikan kesejahteraan bagi rakyat sekitar dan Jawa Tengah serta nasional. ''Kalau yang terjadi sebaliknya, saya sendiri yang akan menutup pabrik semen itu,'' tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon