Langkah Rekonsiliasi PSSI Dinilai Sudah Telat

Rabu, 28 Desember 2011 | 16:19 WIB
WS
B
Penulis: Wimbo Satmiko/SIT | Editor: B1
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. (Antara)
PSSI disebut masih akan punya kredibilitas jika sejak awal merangkul semua anggota.

Di mata sejumlah anggota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), jalan menuju rekonsiliasi sepertinya sudah tertutup, dan Kongres Luar Biasa (KLB) menjadi harga mati.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hari ini adalah batas akhir yang diberikan oleh Forum Pengprov PSSI (FPP) dan anggota PSSI lainnya yang menandatangani Deklarasi Jakarta, kepada PSSI untuk merespon tuntutan mosi tidak percaya dan KLB. Terkait itu, rencananya siang ini Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) akan menggelar rapat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Ketua FPP, Dwi Irianto, mengatakan bahwa komite akan langsung mengambil alih tugas PSSI, jika PSSI tidak merespon Deklarasi Jakarta tersebut. "Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia bisa langsung mengambil alih tugas PSSI, terutama untuk menggelar Konggres Luar Biasa. Saya pikir itu kewenangan KPSI. Komite sudah mulai menggelar rapat koordinasi, sejak tadi malam ini ada pertemuan. FPP akan mendampingi saja untuk menjalankan amanah," kata Dwi, di Jakarta, Rabu (28/12).

Sementara sebaliknya, PSSI sendiri sudah memulai upaya rekonsiliasi, dengan mengirim tim rekonsiliasi ke beberapa klub, dimulai dengan Sriwijaya FC. Tapi, Dwi berpendapat bahwa upaya yang dilakukan PSSI itu sudah terlambat.

"Kenapa tidak dari dulu? Apakah rekonsiliasi harus menunggu respon dari FIFA dan AFC? Kondisi kita sudah terpuruk. Mereka (PSSI) masih punya kredibilitas, jika sejak awal merangkul semua anggota. Tapi, setelah kejadian seperti ini, baru bertindak. Kami tetap pada prinsip untuk menggelar KLB," tandas Dwi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon