Djohar: Jangan Korbankan Merah Putih
Kamis, 29 Desember 2011 | 18:27 WIB
Djohar Arifin menyebut bahwa pihak-pihak tertentu hanya ingin merebut kedudukannya, serta malah mengorbankan Merah Putih.
Meski digoyang tuntutan mosi tak percaya dan Kongres Luar Biasa (KLB) oleh mayoritas anggota, Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mengaku tidak gentar dan tetap bertahan. Menurut Djohar, baginya kepentingan Merah Putih (nasional) harus dikedepankan.
Djohar mengaku tetap berpegang pada surat yang dikirimkan FIFA, serta menyatakan bahwa seluruh stakeholder sepakbola harus memikirkan kepentingan yang lebih besar. Ia pun menyebut bahwa pihak lain hanya ingin merebut kekuasaan.
"Semua harus berpikir untuk kepentingan bangsa. Kita harus berusaha bagaimana agar kita tetap berada di barisan FIFA. Jangan hanya ingin merebut kedudukan, tapi mengorbankan Merah Putih," tegas Djohar, Kamis (29/12).
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) menyatakan mengambilalih kepengurusan PSSI, setelah otoritas sepakbola nasional itu tidak memberikan jawaban atas tuntutan KLB yang diajukan oleh dua pertiga anggota dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional, 18 Desember lalu.
Dalam Deklarasi Jakarta (sebagai hasil dari Rapat Akbar tersebut), mayoritas anggota PSSI menyatakan mosi tidak percaya terhadap Djohar dan kawan-kawan, sekaligus juga menyerukan tuntutan (digelarnya) KLB. Lantas berdasarkan rapat komite, Rabu (28/12) malam, KPSI pun menetapkan agenda Kongres Tahunan (PSSI) pada 21 Januari 2012, dan KLB pada 6 Maret 2012.
Sementara itu, Djohar pun menyatakan bahwa usaha rekonsiliasi yang tengah dilakukan PSSI akan terus dijalankan. "Itu merupakan amanat dari AFC dan FIFA, agar mereka (klub-klub) kembali ke PSSI. Organisasi ini mempunyai aturan, dan semua harus mematuhi aturan tersebut," tegasnya lagi.
Meski digoyang tuntutan mosi tak percaya dan Kongres Luar Biasa (KLB) oleh mayoritas anggota, Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mengaku tidak gentar dan tetap bertahan. Menurut Djohar, baginya kepentingan Merah Putih (nasional) harus dikedepankan.
Djohar mengaku tetap berpegang pada surat yang dikirimkan FIFA, serta menyatakan bahwa seluruh stakeholder sepakbola harus memikirkan kepentingan yang lebih besar. Ia pun menyebut bahwa pihak lain hanya ingin merebut kekuasaan.
"Semua harus berpikir untuk kepentingan bangsa. Kita harus berusaha bagaimana agar kita tetap berada di barisan FIFA. Jangan hanya ingin merebut kedudukan, tapi mengorbankan Merah Putih," tegas Djohar, Kamis (29/12).
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) menyatakan mengambilalih kepengurusan PSSI, setelah otoritas sepakbola nasional itu tidak memberikan jawaban atas tuntutan KLB yang diajukan oleh dua pertiga anggota dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional, 18 Desember lalu.
Dalam Deklarasi Jakarta (sebagai hasil dari Rapat Akbar tersebut), mayoritas anggota PSSI menyatakan mosi tidak percaya terhadap Djohar dan kawan-kawan, sekaligus juga menyerukan tuntutan (digelarnya) KLB. Lantas berdasarkan rapat komite, Rabu (28/12) malam, KPSI pun menetapkan agenda Kongres Tahunan (PSSI) pada 21 Januari 2012, dan KLB pada 6 Maret 2012.
Sementara itu, Djohar pun menyatakan bahwa usaha rekonsiliasi yang tengah dilakukan PSSI akan terus dijalankan. "Itu merupakan amanat dari AFC dan FIFA, agar mereka (klub-klub) kembali ke PSSI. Organisasi ini mempunyai aturan, dan semua harus mematuhi aturan tersebut," tegasnya lagi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




