Basuki Jajal Bajaj Tenaga Listrik Buatan Cawang
Selasa, 6 Januari 2015 | 16:50 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menjajal bajaj listrik buatan Cawang, Jakarta Timur. Bajaj putih bermerk Arrtu tersebut, dijajal Basuki dengan berkeliling Balai Kota.
Saat menjajal bajaj tersebut, ia sempat turun dan menegur pedagang kopi keliling yang mangkal di depan Balai Kota supaya tidak membuang sampah sembarangan.
Setelah itu, ia pun kembali naik bajaj bersama Direktur PT Arrtu Mega Energie, Christoforus Richard hingga halaman pendopo Balai Kota.
Usai menjajal bajaj berkekuatan listrik 2.000 watt tersebut, Basuki pun mengapresiasi bajaj yang dayanya di-charging selama lima jam itu.
"Kalau para pengendara bajajnya mau, silakan. Prinsip kita, pengadaan bajaj (selama ini) bermasalah," kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (6/1).
Ia menuturkan, permasalahan tersebut muncul karena pengadaan bajaj hanya dimenangkan beberapa perusahaan saja yang mereka pun mewajibkan para pengendara bajaj membeli suku cadang dan koperasi dari mereka juga.
Selain itu, pengisian bahan bakar gas yang jauh juga menjadi salah satu kendala. Padahal bajaj sendiri merupakan kendaraan perumahan.
"Model listrik bagi kami sederhana, yang bawa bajaj boleh bawa kendaraan apa saja asal tidak dua tak lagi. Asal jangan monopoli pas beli," kata Basuki.
Basuki mengapresiasi bajaj tenaga listrik ini karena merupakan produksi dalam negeri. Seluruh perangkat dirancang di Cawang, Jakarta Timur dan per harinya bisa memproduksi 10 unit bajaj.
Sementara itu, Dirut PT Arrtu Mega Energie, Christoforus Richard mengatakan, pihaknya menawarkan produk tersebut kepada Pemprov DKI dan meminta dukungan untuk surat izin. Pasalnya, hanya 18.000 bajaj yang ada di DKI ini yang memiliki surat izin resmi.
"Kita maunya yang punya langsung tukang bajaj-nya satu orang satu. Nanti kalau sudah satu tahun dia memberikan performance yang bagus, baru dia bisa bawa lima teman. Tahun kedua nanti punya dia," ujarnya.
Saat ini, kata Richard, pihaknya sudah menyiapkan 500 unit bajaj. Rencana ke depan, produksi 300 unit per bulan pun akan dilakukannya.
Ia menjelaskan, dinamo atau mesin penggerak bajaj tersebut berasal dari Tiongkok. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan untuk perakitan bajaj tersebut semuanya lokal.
"Bajaj ini lebih unggul dari BBG. Bajaj BBG setoran sehari Rp 120.000. Beli BBG Rp 35.000. Kalau ini setiap hari dia cuma perlu ngecharge dalam lima jam, setelah penuh, bisa jalan lima jam 120-150 kilometer," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




