Besok, Basarnas Angkat Ekor AirAsia QZ8501

Kamis, 8 Januari 2015 | 19:38 WIB
CF
YD
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: YUD
Sejumlah anggota Tim SAR gabungan membawa peti jenazah korban pesawat Air Asia QZ8501 untuk dimasukkan kedalam pesawat CN 235 milik TNI AU untuk dikirim ke Surabaya sesaat sebelum take off di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (8/1).
Sejumlah anggota Tim SAR gabungan membawa peti jenazah korban pesawat Air Asia QZ8501 untuk dimasukkan kedalam pesawat CN 235 milik TNI AU untuk dikirim ke Surabaya sesaat sebelum take off di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (8/1). (Antara/Suryanto)

Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) berencana akan mengangkat bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501 pada operasi pencarian hari ke-13 (Jumat, 9/1) besok. Pengangkatan ini akan dilakukan apabila kecepatan arus di bawah laut lokasi ditemukannya ekor pesawat tersebut bersahabat.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Sulistyo, mengatakan bagian ekor pesawat tersebut rencananya akan diangkat menggunakan floating baloon milik TNI AL atau menggunakan crane dengan kemampuan angkut 70 ton dari kapal Cresonik.

"Itu teknisnya tergantung orang di lapangan, semua masih bergantung dengan kondisi cuaca besok," ujar Sulistyo, Kamis (8/1) malam di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sulistyo mengungkapkan hingga operasi pencarian hari ke-12 ini, hasil penemuan jenazah total yang sudah terkonfirmasi ada 44 jenazah. Dimana sebanyak 41 jenazah sudah berada di Surabaya, sedangkan 3 jenazah lainnya masih berada di atas tiga kapal.

Tiga kapal yang memuat tiga jenazah itu yakni Kapal SAR KN Pacitan yang sudah tiba hari ini melalui Kendari menggantikan dua kapal Jepang yang meninggalkan area operasi pencarian esok hari, KN Kadasturi, dan Kapal milik Jepang, yakni Cs Onami, tiga kapal ini esok akan menepi ke pangkal Bun untuk segera menerbangkan tiga jenazah ke Surabaya.

Menurut Sulistyo, dalam kegiatan operasi hari ke-12, Basarnas menambah obyek pencarian di sektor prioritas tambahan kedua.
"Sampai saat ini ada 7 obyek di bawah permukaan laut yang diduga bagian pesawat, 6 bagian lainnya belum terkonfirmasi, sedangkan satu bagian yang sudah teridentifikasi yakni ekor pesawat," lanjut Sulistyo.

Dua dari tujuh obyek pesawat tersebut dideteksi oleh kapal Baruna Jaya, yang esok hari akan diupayakan melakukan identifikasi dengan ROV. "Hari ini kita dihambat arus dibawah laut yg mencapai 5 knot, sehingga enam obyek belum berhasil kita identifikasi," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon