Keputusan Jokowi Soal Kapolri Harus Dimengerti
Senin, 19 Januari 2015 | 21:21 WIB
Jakarta - Sejumlah anggota DPR RI mempermasalahkan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Komjen Badrodin Haiti sebagai Plt.Kapolri. Bahkan itu memunculkan ancaman hingga kemungkinan menginterpelasi Pemerintah.
Namun Politikus PDI-P Eva Kusuma Sundari meminta agar semua pihak bisa mengerti keputusan Presiden itu.
"Plt. Kapolri kan sementara. Dan Komjen Badrodin sudah menjabat wakapolri. Kalau ditunjuk jadi Plt.Kapolri, itu agar tidak mengganggu soliditas internal Polri," kata Eva di Jakarta, Senin (19/1).
Dia mengakui bahwa Pemerintah menerima tekanan kuat terkait isu calon Kapolri. Namun hal itu wajar terjadi dalam masa-masa pemerintahan saat ini dan di masa yang akan datang. Justru harus dilihat sisi bahwa dialektika serta dinamika yang terjadi membuktikan kalau pemerintahan saat ini bukanlah otoritarian dan diktator.
"Berbeda situasinya kalau presidennya otoritarian dan diktaktor. Dalam demokrasi, Presiden perlu menjaga perimbangan banyak kepentingan dan mengarahkan jalan keluar yang sesuai hukum dan tata negara," tandas Eva.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




