Puluhan Mahasiswa Meksiko Kuasai 5 Stasiun Radio

Rabu, 4 Januari 2012 | 11:36 WIB
VH
B
Penulis: Vinnilya Huanggrio | Editor: B1
Aksi unjuk rasa menuntut penyelidikan tewasnya dua pelajar, yang dilakukan khalayak di Mexico City, 22 Desember 2011.
Aksi unjuk rasa menuntut penyelidikan tewasnya dua pelajar, yang dilakukan khalayak di Mexico City, 22 Desember 2011. (EPA/Sashenka Gutierrez)
Selain menyuarakan tuntutan dan penyelidikan kematian rekannya, mahasiswa juga membantah bertanggungjawab atas korban sipil dalam aksi protes sebelumnya.

Sekitar 50 orang mahasiswa diberitakan mengambilalih dan menguasai tak kurang dari lima stasiun radio di selatan Meksiko, dalam rangkaian unjuk rasa menuntut pengunduran diri gubernur negara bagian Guerrero, Angel Aguirre.

Sebagaimana disampaikan oleh jurubicara pemerintahan Guerrero, Arturo Martinez, para mahasiswa yang mengenakan topeng dan tanpa senjata itu, menyerbu stasiun-stasiun radio dimaksud, sebelum kemudian menyiarkan sebuah pesan. Aktivitas itu mereka lakukan selama sekitar 40 menit.

Dikatakan Martinez, mahasiswa juga mendesak penyelidikan atas terbunuhnya dua rekan mereka dalam aksi protes pada 12 Desember lalu. Mereka juga sekaligus membantah bertanggungjawab atas tewasnya seorang pekerja pom bensin yang menderita luka bakar parah, ketika pompa yang telah ditutup itu terbakar di tengah aksi protes.

Para mahasiswa memblokade sebuah jalan bebas hambatan menuju resor pantai Pasific, Acapulco, demi menyuarakan tuntutan ditingkatkannya dana pendidikan. Polisi yang coba membuka blokade tersebut pun harus terlibat bentrok dengan para mahasiswa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon