Potret Kehidupan Suram Di Ibukota, Lewat Xia Aimei

Jumat, 6 Januari 2012 | 15:06 WIB
QS
FB
Penulis: Qonita Salsabila | Editor: FMB
Salah satu adegan dalam film Xia Aimei
Salah satu adegan dalam film Xia Aimei (istimewa)
Film-film bergenre action kini sudah mulai menjajaki industri film tanah air.

Ditengah maraknya film-film tanah air dengan tema horor, sejumlah sineas mulai melirik genre film aksi. Sukses film Merah Putih dengan sekuelnya Darah Garuda, memberikan efek positif perkembangan industri tanah air.

Belakangan, film The Raid pun menjadi bahan perbincangan pecinta film aksi tanah air. Apalagi film tersebut sempat mendapatkan review bagus di ajang Toronto Film Festival akhir tahun lalu.

Memang tidak mudah membuat film dengan tema-tema aksi, lantaran biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit, mengingat efek yang dimunculkan, seperti ledakan mobil, meruntuhkan gedung, kebut-kebutan di jalan maupun pengadaan properti lainnya yang membutuhkan biaya tidak sedikit, agar terus menjaga adrenalin penonton tidak pudar.

Melihat pasar yang bagus untuk membuat film action, sutradara muda Alyandra mengagas sebuah film bertema aksi dengan judul Xia Aimei. Alyandra yang juga sekaligus penulis film yang dibintangi Samuel Rizal, Indra Bekti, Franda, Ferry Salim, Olga Lidya dan Noorman Kamaru itu mengaku, jika banyak kesulitan yang ditemukan dalam produksi film-film aksi. Namun baginya, hal tersebut merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi seorang sutradara.

Kisah Xi Aimei bermula dari urusan utang piutang, yang mengakibatkan Xia Aimei (Franda) harus terjebak dalam trafficking. Xia Aimei yang berasal dari China itu, bersama sejumlah gadis remaja lainnya dibawa ke Jakarta untuk menjadi wanita penghibur di sebuah klub bernama Le Mension milik Jack (Ferry Salim).

Xia Aimei yang telah berubah nama menjadi Xi Xi harus berurusan dengan centeng Le Mension lantaran tidak mau melayani salah satu klien. Ia pun kabur dan bertemu dengan AJ Park (Samuel Rizal).

Siingkat cerita, AJ Park terlibat aksi baku tembak dengan anak buah Jack. Park dibantu dengan salah satu petugas imigrasi (Norman Kamaru) yang telah lama menyelidiki kasus perdagangan manusia di Le Mension.

Kisah perdagangan manusia memang masih menjadi isu di sejumlah negara berkembang dan maju. Pemberitaan tentang hal tersebut pun tak surut meskipun banyak pihak sudah melakukan pencegahan. Toh, di kota-kota besar seperti Jakarta, hal tersebut sepertinya sudah menjadi rahasia umum.

Efek dar der dor yang ditunjukkan film Xia Aimei memang tidak semumpuni Merah Putih maupun Darah Garuda, bahkan jauh dengan apa yang ditunjukkan film The Raid, namun untuk sebuah film aksi, Xia Aimei dapat menjadi salah satu alternatif hiburan bagi pecinta film tanah air. Setidaknya, penonton bisa menyaksikan kembali aksi Norman Kamaru menjadi abdi negara dengan aksi kejar-kejaran dengan para penjahat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon