Kerusuhan Sepakbola di Mesir, 22 Tewas
Senin, 9 Februari 2015 | 07:23 WIB
Kairo - Sebanyak 22 orang tewas saat ribuan orang berdesak-desakan memaksa masuk stadion di kota Kairo, Minggu waktu setempat, untuk menonton pertandingan sepakbola.
Kejadian itu bermula saat menteri dalam negeri membatasi penjualan tiket hanya 10.000 lembar. Ribuan suporter yang tidak mendapatkan tiket kemudian mencoba memaksa untuk masuk dan memicu kepolisian untuk membubarkan mereka.
Sejumlah pendukung Zamalek melempar petasan ke arah polisi dan pihak keamanan membalasnya dengan tembakan gas air mata.
"Sebuah mobil kepolisian terbakar dan mereka menembaki gas air mata," kata saksi kepada AFP.
Seorang saksi lain mengatakan bahwa kepolisian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan di tempat yang sempit. Akibatnya semua orang panik dan saling menginjak saat berusaha kabur.
Setidaknya, 25 orang terluka akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, pertandingan sepakbola antara klub Zamalek dengan Enbi tetap dilanjutkan sehingga memicu kemarahan lebih lanjut dari penonton.
Keterangan tertulis dari kantor perdana menteri menyebutkan akibat kematian 22 orang tersebut, pemerintah setempat membekukan Liga Utama Mesir hingga waktu yang belum ditentukan.
Sebelumnya, pada 2012, Mesir pernah mengalami insiden serupa dan menewaskan lebih dari 70 orang.
Setelah insiden yang terjadi saat pertandingan antara Al-Ahly dengan Al-Masry itu, pihak pengadilan menghukum mati 21 orang meski kemudian eksekusinya dibatalkan karena proses pengadilan harus diulang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




