Penyakit DBD Perlu Perhatian Lebih
Kamis, 5 Maret 2015 | 21:47 WIB
Jakarta – Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit yang meresahkan secara global. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak hingga dewasa. Dokter sekaligus Ketua Tim Pencegahan dan Pegendalian Infeksi RSPAD Gatot Soebroto, Soroy Lardo, menyatakan DBD sebagai penyakit yang mengancam semua golongan umur.
"DBD masih menjadi ancaman masyarakat luas, sehingga perlu kewaspadaan kita semua yang terukur. Penanggulangan harus berasal dari hulu ke hilir," ujar Soroy, saat ditemui dalam rangkaian peluncuran hasil penelitian obat tradisional Propolis Exctract, Jakarta, Kamis (5/3).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP&PL) sejak Januari hingga Juni 2013 terdapat 48.905 penderita DBD di seluruh Indonesia. Bahkan, pada tahun 2006 terjadi kejadian luar biasa DBD di Jakarta hingga 24.932 penderita.
"Seharusnya kebijakan dan penanggulangan DBD dapat dilaksanakan dengan optimal. Namun, hal tersebut tidak mudah mengingat DBD berkembang tidak semata sebagai infeksi virus yang menyerang manusia dengan berbagai gejala saat penderita masuk rumah sakit, tapi juga beberapa faktor yang terjadi saat terserang DBD," ucap Soroy.
Menurutnya, perlu penanggulangan dari hulu ke hilir. Aspek hulu mencakup perubahan kondisi cuaca, perilaku hidup sehat dan kesehatan lingkungan. Sedangkan, aspek hilir ditujukan untuk dokter dan petugas kesehatan yang perlu dilatih secara konsisten dan berkelanjutan untuk menangani setiap gejala pasien DBD di rumah sakit.
"DBD merupakan penyakit yang berbeda, penyakit ini memiliki tiga siklus saat virus mulai masuk ke tubuh manusia. Diperlukan kesadaran bersama bagi masyarakat dalam penanggulangan dan para dokter saat penanganan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




