Dualisme Ancam Kompetisi Amatir
Jumat, 13 Januari 2012 | 03:10 WIB
Setelah KPSI gelar kompetisi sendiri
Dualisme kompetisi tidak hanya terjadi di level profesional saja. Hal itu akan berlanjut ke ranah kompetisi amatir setelah Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia menyatakan akan segera menggelar kompetisi amatir dan usia muda.
Ketua eksekutif Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) versi KPSI, Syauqi Suratno, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menggulirkan kompetisi divisi satu, yang rencananya akam dimulai pada 24 Maret mendatang.
"Divisi satu adalah jenjang kompetisi amatir yang tertinggi. Jadi kami akan memberikan perlakuan yang berbeda untuk menyiapkan klub agar siap naik ke jenjang profesional. Titik berat kami di divisi satu adalah persiapan manajemen klub dan penyelenggaraan pertandingan," ujar Syauqi, Kamis (12/1) sore.
Untuk divisi satu, BLAI mematok kuota 66 tim sesuai Peraturan Organisasi tentang kompetisi. Format home tournament dipilih sebagai format kompetisi dengan pertimbangan efisiensi biaya dan waktu.
Sementara itu, BLAI juga sudah merancang kompetisi divisi dua, divisi tiga, kompetisi U-18, dan U-15.
Untuk divisi dua, BLAI menetapkan batasan usia maksimal 23 tahun dan 21 tahun untuk divisi tiga. Hal ini diklaim sebagai amanat kongres tahunan II di Bali, Januari 2011.
Untuk pengelolaan kompetisi, BLAI akan langsung menangani kompetisi divisi satu dan dua, sementara divisi tiga, U-18, dan U-15 akan dikelola oleh pengurus provinsi. Meski begitu, BLAI tidak akan lepas tangan dan akan mengirim petugas pendamping le setiap provinsi untuk membantu penyelenggaraan kompetisi.
Saat ditanya tentang kemungkinan dualisme kompetisi, Syauqi mengatakan tidak terlalu khawatir dengan masalah tersebut.
"Kami sangat fokus pada masalah peningkatan kualitas. Kami tidak bisa memaksa klub untuk memilih. Tapi jika ingin meningkatkan kualitas, klub tahu harus memilih yang mana," tegasnya.
Dualisme kompetisi tidak hanya terjadi di level profesional saja. Hal itu akan berlanjut ke ranah kompetisi amatir setelah Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia menyatakan akan segera menggelar kompetisi amatir dan usia muda.
Ketua eksekutif Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) versi KPSI, Syauqi Suratno, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menggulirkan kompetisi divisi satu, yang rencananya akam dimulai pada 24 Maret mendatang.
"Divisi satu adalah jenjang kompetisi amatir yang tertinggi. Jadi kami akan memberikan perlakuan yang berbeda untuk menyiapkan klub agar siap naik ke jenjang profesional. Titik berat kami di divisi satu adalah persiapan manajemen klub dan penyelenggaraan pertandingan," ujar Syauqi, Kamis (12/1) sore.
Untuk divisi satu, BLAI mematok kuota 66 tim sesuai Peraturan Organisasi tentang kompetisi. Format home tournament dipilih sebagai format kompetisi dengan pertimbangan efisiensi biaya dan waktu.
Sementara itu, BLAI juga sudah merancang kompetisi divisi dua, divisi tiga, kompetisi U-18, dan U-15.
Untuk divisi dua, BLAI menetapkan batasan usia maksimal 23 tahun dan 21 tahun untuk divisi tiga. Hal ini diklaim sebagai amanat kongres tahunan II di Bali, Januari 2011.
Untuk pengelolaan kompetisi, BLAI akan langsung menangani kompetisi divisi satu dan dua, sementara divisi tiga, U-18, dan U-15 akan dikelola oleh pengurus provinsi. Meski begitu, BLAI tidak akan lepas tangan dan akan mengirim petugas pendamping le setiap provinsi untuk membantu penyelenggaraan kompetisi.
Saat ditanya tentang kemungkinan dualisme kompetisi, Syauqi mengatakan tidak terlalu khawatir dengan masalah tersebut.
"Kami sangat fokus pada masalah peningkatan kualitas. Kami tidak bisa memaksa klub untuk memilih. Tapi jika ingin meningkatkan kualitas, klub tahu harus memilih yang mana," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




