Ingin Lakukan Penyuapan, Mantan Pemain Persebaya IPL Ditangkap
Rabu, 8 April 2015 | 16:24 WIB
Surabaya - Jelang laga Persebaya Surabaya melawan Pusamania Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, dinodai dengan tertangkapnya seorang mafia bola, Selasa (8/04) malam. Seseorang yang diduga kepanjangan tangan mafia bola ini, tertangkap tangan di Mc Donald, Jalan Basuki Rahmad Surabaya. Pelaku langsung digelandang managemen Pusamania Borneo FC ke Polsek Genteng Surabaya, setelah mafia bola ini meminta agar tiga pemain Pusamania Borneo FC memenangkan Persebaya Surabaya dengan iming-iming sejumlah uang.
Tertangkapnya mafia bola yang diketahui bernama Johan Ibo ini bermula dari sejumlah pesan singkat yang dikirimkan Johan kepada tiga pemain Pusamania Borneo FC. Namun, dua dari tiga pemain tersebut tak mengiyakannya dan memilih melapor kepada manager Pusamania Borneo FC, Dandri Dauri. "Satu dari pemain kita yang belum menolak akhirnya kita jadikan umpan untuk memancing Johan," sebut Dandri di Mapolsek Genteng, Rabu (8/04).
Dandri membeberkan, Selasa (7/04) sore sekitar pukul 16.00 Wib, Johan sempat menemui tiga pemainnya di Hotel Inna Simpang, jalan Gubernur Suryo tempat tim Pusamania Borneo FC menginap. Namun saat itu, manajemen tak menaruh curiga. Pasalnya, Johan Ibo merupakan mantan pemain sepakbola di Persebaya IPL dan Arema. "Saya kira Johan kesini untuk silaturahmi dengan rekan-rekan lamanya," ungkapnya.
Namun ketika Johan keluar dari hotel, dua pemain dari tiga pemain yang ditemui Johan melaporkan kepada manajer Pusamania Borneo FC, Dandri Dauri. Dari sanalah, Dandri dan sejumlah manajemen memancing Johan untuk bertemu di Restoran cepat saji, di jalan Basuki Rahmat Surabaya. Dan sekitar pukul 21.00 WIB, Johan dan rekannya yang bernama Sila Bamba datang. Namun, saat ditanya soal penyuapan yang dilakukannya, Johan sempat membantah.
"Dia (Johan) langsung malawan kami. Dengan cara membabi buta. Untung jumlah kita lebih banyak, sehingga kita bisa mengamankan dia. Kita pun langsung membawanya ke Mapolsek Genteng. Sementara rekan Johan (Sila Bamba), kabur. Saat diperjalanan menuju Mapolsek, Johan mengakui perbuatannya," tandas Danri.
Sementara itu, saat di Mapolsek, Johan yang saat itu menjadi terlapor, langsung dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Pria asal Papua yang berdomisili di Citra Land Surabaya inipun langsung menerima sejumlah pertanyaan polisi di SPKT Polsek Genteng. Dan setelah diperiksa, Johan langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dilimpahkan.
Hingga Rabu (8/4) pukul 03.00 WIB, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atas status hukum Johan. Namun, saat ditanya sejumlah wartawan, Johan menyebut jika dirinya hanya dijebak oleh seorang bandar yang berinisial H. "Saya akan bongkar semua mafia sepakbola di Indonesia selama ini. Meski saya baru kali ini melakukannya," cetus Johan.
Atas kejadian ini, Pesut Etam langsung ambil tindakan. Selain melaporkan kasus ini kepada federasi sepak bola tertinggi Indonesia, PSSI dan operator liga, Liga Indonesia. Pusamania Borneo FC juga langsung membawa pelaku ke pihak berwajib dan berniat lakukan tindak pidana dan perdana.
"Karena ini sudah jelas-jelas merugikan orang lain, dalam hal ini kami yang dirugikan, biar pihak berwajib lakukan pengembangan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




