Saran Mochtar Riady untuk Gaet Wisatawan Tiongkok
Senin, 27 April 2015 | 21:48 WIB
Jakarta – Pariwisata Indonesia diyakini bisa dibanjiri kunjungan wisatawan asal Tiongkok jika pemerintah dan stakeholder terkait dapat membenahi dua hal utama. Selama ini, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia hanya 0,88% dari total warga negara tersebut yang berlibur ke luar negeri.
Pengusaha nasional Mochtar Riady mengatakan, untuk dapat menjaring lebih banyak lagi wisatawan Tiongkok yang mau datang ke Indonesia, setidaknya dibutuhkan dua hal. Pertama, kata Mochtar, Indonesia harus dapat memperlakukan wisatawan yang datang dengan baik dan sopan. Tapi yang terjadi, begitu mereka sampai di pelabuhan atau bandara, ada sejumlah kasus bahwa mereka justru diperas oknum imigrasi.
"Ini masalah kecil, tapi sangat penting. Ini harus ditindak, karena memalukan bangsa kita. Jika imigrasi bisa melayani dengan lebih sopan terhadap wisatawan-wisatawan tersebut, kunjungan ke Indonesia akan booming," kata Mochtar dalam acara "Kesempatan dan Tantangan Menggarap Wisatawan Tiongkok" yang diselenggarakan Indonesia China Chamber of Commerce (Inacham) dan Asosiasi Tour & Travel (Asita) di Jakarta, Senin (27/4).
Hal kedua yang perlu mendapat perhatian, lanjut Mochtar, banyak warga Tiongkok yang masih menganggap Indonesia bersikap anti-Chinesse.
"Dari beberapa peristiwa kerusuhan di Indonesia, di benak mereka itu bahwa orang Indonesia anti-Chinesse. Ini juga harus diselesaikan," tegas dia.
Menurut Mochtar, dirinya memiliki banyak kolega di Tiongkok, dan selalu menjelaskan kepada mereka bahwa pandangan seperti itu salah besar.
"Kalau kamu datang ke Indonesia, kalian akan menemukan orang Indonesia tertawa dari hati. Dan Indonesia adalah bangsa yang paling sopan. Apa yang kalian dengar tentang kerusuhan, itu bukan anti-Chinesse, tapi karena kerusuhan akibat kekosongan kekuasaan," jelas dia.
Untuk hal itu, kata Mochtar, pemerintah Indonesia dirasa perlu untuk memberikan penjelasan lebih lanjut dan intens kepada warga Tiongkok. Langkah tersebut dapat ditempuh dengan menggandeng Kedutaan besar Tiongkok di Indonesia untuk memberi penjelasan kepada warganya.
Dia menambahkan, jika Indonesia ingin mempromosikan wisata ke Tiongkok, perlu dipersiapkan terlebih dahulu produk yang akan dijual. Jika tanpa persiapan produk yang bagus, itu tidak akan menghasilkan apa-apa.
"Saya sarankan, beberapa tempat wisata penting berkonsentrasi melengkapi semua persyaratan sebagai destinasi wisata impian, baru setelah itu mempromosikannya. Saya yakin ini akan berhasil," kata dia.
Pendiri Lippo Group itu bercerita, dirinya baru saja mengunjungi Phuket, Thailand, dan kondisi di sana dirasa tidak ada apa-apanya dibandingkan destinasi wisata di Indonesia. "Pulau-pulau di Indonesia yang 10 kali lebih indah dibanding Phuket itu banyak sekali. Itu menandakan bahwa sumber kekayaan wisata Indonesia begitu besar," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




