KPSI Pecat Djohar Arifin

Minggu, 22 Januari 2012 | 13:08 WIB
WS
B
Penulis: Wimbo Satwiko/YSF | Editor: B1
Ilustrasi kisruh PSSI
Ilustrasi kisruh PSSI (Antara)
Memastikan PT. Liga Indonesia sebagai pengelola liga.

Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) telah menyelesaikan Pra-Kongres yang berlangsung di Swiss-Bel Hotel Jakarta, Sabtu (21/1).

Kegiatan ini menghasilkan sembilan poin keputusan. Termasuk keputusan memecat tujuh anggota komite eksekutif.

Berikut pokok keputusan yang dihasilkan pada Pra-Kongres KPSI.

1. Memastikan PT. Liga Indonesia sebagai pengelola liga dan meminta semua pihak ketiga untuk tidak berhubungan dengan liga di luar itu untuk menghindari tuntutan-tuntutan hukum yang muncul di kemudian hari.

2. Pengelola liga amatir adalah Badan Liga Amatir Indonesia sesuai keputusan Kongres Bali 2011.

3. Jadwal KLB. Dengan tetap menghormati anjuran FIFA dan AFC, Kongres Luar Biasa tetap dijalankan, tanggal 9 Maret 2012 segera setelah PSSI off-side. Offside yang dimaksud jika kongres tahunan nanti melanggar statuta.

4. Peneguhan pemecatan tujuh exco, termasuk Ketua Umum Djohar Arifin Husin, Wakil Ketua Farid Rahman, serta Sihar Sitorus, Bob Hippy, Tuti Dau, Mawardi Nurdin, dan Widodo Santoso. Tetap mengakui 4 anggota exco La Nyalla Mattaliti, Tony Aprliani, Roberto Rouw, dan Erwin Budiawan.

5. Pembentukan nominasi untuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Tujuh orang nominator yang akan menjadi bagian dari Komite Pemilihan adalah, Imam Abror (KONI Jatim), Muchdar (Kalimantan), Jimmy Napitupulu (perwakilan perangkat pertandingan/wasit), Didik Darmadi (perwakilan pemain), La Sya (Persipura), Idris (PSMS Medan), dan Tubagus Kun Adi (Pengprov Jabar). Plus dua cadangan, Khadir Halid (Sulawesi) dan Dwi Irianto (Pengprov DIY).
Komite Banding Pemilihan terpilih Ahmad Riyad (Komite Banding Kongres Solo), Ahmad Amien, Rully Nere (perwakilan pemain), Johar Lin Eng (Pengprov Jateng), Hendri Zainuddin (Sriwijaya FC), Ummuh Muchtar (Persib Bandung) dan Purwanto (perwakilan perangkat pertandingan/wasit).

6. Menolak hasil keputusan Komite Etik PSSI dan membubarkan Komite Etik

7. Menolak semua keputusan yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI untuk klub dan perangkat pertandingan

8. Tidak ada satu pun peserta yang mendukung KLB mencabut dukungannya.

9. Menghasilkan paradigma baru, dulu sebelumnya direncanakan bernama Manifesto, untuk menjaga kepengurusan PSSI berikutnya pada jalur yang sesuai dengan Statuta PSSI.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon