Rentan Depresi, Lansia Perlu Dilibatkan Dalam Kegiatan Sosial

Kamis, 21 Mei 2015 | 18:39 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Ilustrasi lansia.
Ilustrasi lansia. (R-15/Suara Pembaruan)

Jakarta - Tidak hanya berisiko menderita penyakit degeneratif, orang-orang lanjut usia (lansia) juga rentan mengalami depresi, apalagi setelah memasuki masa pensiun. Kondisi ini pada akhirnya bisa memperburuk penyakit yang dideritanya.

"Para lansia kebanyakan mengalami penyakit degeneratif seperti hipertensi atau diabetes mellitus. Bila mengalami depresi, umumnya mereka tidak lagi memperhatikan kesehatan dan jadi malas minum obat. Padahal, penanganan penyakit degeneratif harus dengan mengonsumsi obat setiap hari," ujar Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, Eka Viora di Jakarta, Kamis (21/5).

Agar tidak menjadi depresi, lanjut Eka, para lansia perlu dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial, misalnya mengikuti pengajian, mengunjungi panti asuhan, atau reuni dengan teman-teman masa mudanya.

"Jangan posisikan lansia sebagai orang yang sudah tidak berguna lagi. Misalnya melarang dia ikut membantu pekerjaan rumah karena takut jatuh. Ini sebetulnya bentuk kasih sayang yang keliru karena justru membuat mereka merasa tidak dibutuhkan lagi. Jadi sebaiknya jangan terlalu banyak melarang," ujar Eka.

Bila tinggal berjauhan dengan orangtua lantaran sudah berumah tangga, Eka juga mengingatkan untuk lebih sering mengunjunginya. Karena seringkali depresi juga timbul akibat rasa kesepian.

"Selain menurunkan risiko depresi, tetap melibatkan orangtua dalam kegiatan sosial juga bisa mencegah demensia alzheimer, jadi walau pun sudah lansia tapi tidak pikun," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon