Penanganan Erupsi Sinabung Terkendala Regulasi Pendanaan
Rabu, 24 Juni 2015 | 15:47 WIB
Jakarta - Erupsi Gunung Sinabung sangat unik. Aktivitas erupsi yang naik turun menyebabkan pengungsi harus bolak-balik dari rumahnya ke pengungsian. Sampai kapan erupsi akan berakhir tidak ada yang tahu.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, disisi lain rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana juga harus segera dilakukan. Sementara, kata dia, regulasi yang menyangkut pendanaan bencana tersekat-sekat dalam setiap tahapan bencana.
"Ini merupakan salah satu kendala penanganan erupsi Gunung Sinabung," kata Sutopo di Jakarta, Rabu (24/6).
Sutopo mengatakan, ada tiga hal yang harus ditangani di Sinabung. Pertama, pemenuhan kebutuhan dasar bagi 10.184 jiwa atau 3.030 KK pengungsi dari 11 desa yang tersebar di 10 pos pengungsian. Saat ini semua kebutuhan dasar secara umum tercukupi.
Kedua, relokasi bagi 2.053 KK atau 6.179 jiwa dari 7 desa yang dinyatakan dilarang untuk kembali ke desa asalnya. Mereka saat ini tinggal di hunian sementara.
Pemerintah sejak Juni 2014 hingga sekarang memberikan bantuan sewa rumah Rp 3,6 juta per KK per tahun dan sewa lahan pertanian Rp 2 juta per KK per tahun. Relokasi tahap pertama adalah 370 KK dari Desa Sukameriah, Simacem, dan Bekerah. Kebutuhan anggaran untuk relokasi 370 KK ini mencapai Rp 141,3 miliar.
"Ini untuk pembangunan permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya, dan lintas sektor," kata Sutopo.
Sedangkan untuk relokasi tahap kedua yaitu 1.683 KK dibutuhkan dana Rp522 miliar. Kebutuhan ini di luar dari pembangunan sabo dam untuk menahan lahar hujan di sekitar Gunung Sinabung. Masalah ketersediaan lahan untuk relokasi adalah masalah penting karena kenyataannya tidak mudah mencari lahan kosong.
Hal yang ketiga , menurut Sutopo, adalah penanganan dampak erupsi Gunung Sinabung yang non relokasi. Saat ini banyak warga desa disekitar Gunung Sinabung yang tidak dapat melakukan budidaya pertanian dan perkebunan karena lahannya rusak akibat pasir dan debu erupsi. Beberapa fasum dan fasos juga rusak.
"Perlu penanganan yang komprehensif baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten," kata Sutopo.
Aktivitas erupsi Gunung Sinabung, menurut Sutopo, hingga saat ini masih tinggi. Hampir sepanjang hari Selasa (23/6), hujan abu tipis mengguyur sisi selatan-tenggara dari puncak Gunung Sinabung.
Sebelumnya, Kepala BNPB, Syamsul Maarif, mengatakan, pemerintah tidak akan tinggal diam dengan kondisi masyarakat di sekitar Gunung Sinabung. Pemerintah akan terus membantu.
Sejak erupsi September 2013 hingga sekarang, BNPB telah memberikan bantuan Rp 141,2 miliar kepada Pemda Karo dan masyarakat Sinabung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




