Warga Torosiaje Panen Ikan Kerapu

Rabu, 24 Juni 2015 | 18:53 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi hasil tangkapan ikan nelayan
Ilustrasi hasil tangkapan ikan nelayan (Istimewa)

Gorontalo - Warga Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo memanen ikan kerapu, ikan kue dan lobster hasil budidaya menggunakan jaring apung.

Ketua Kelompok Sadar Lingkungan (KSL) Paddakauang, Umar Pasandre mengatakan, budidaya itu telah dilakukan sejak awal Oktober tahun 2014 dengan benih dari mitra pelaksana program "Mangrove For The Future".

Hasil panen ikan tersebut dipasarkan sendiri oleh nelayan setempat ke daerah lain seperti Palu, Manado hingga Makassar sesuai dengan banyaknya permintaan.

"Hasil penjualannya cukup besar, dari sembilan jaring apung saja bisa menghasilkan sekitar Rp 30 juta. Setiap jaring apung hasil panennya tidak sama," katanya di Gorontalo, Rabu (24/6).

Sebelumnya, warga Torosiaje memulai budidaya ikan karang karena khawatir dengan sumber daya laut yang mulai menipis.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari Mangrove For The Future, lembaga yang berperan dalam penyelamatan bakau.

Bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan serta BP4K Pohuwato, warga kemudian mendapatkan pelatihan pembesaran ikan karang dengan sistem keramba jaring apung untuk empat kelompok nelayan.

Hasil pemasaran ikan tersebut akan menjadi modal bagi kelompok nelayan untuk penguatan ekonomi, sehingga mendukung pelestarian ekosistem laut.

"Dengan membudidayakan ikan ini, kami terbebas dari rasa khawatir menghadapi musim angin Barat dan Timur karena tidak bisa melaut," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon